Maluku Terkini
Peringatan Maulid Nabi Muhammad, Ini Kata Kakan Kemenag Maluku Tengah
Peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam (SAW), atau yang biasa disebut dengan Maulid Nabi ini diselenggarakan pada bulan
Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar
MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam (SAW), atau yang biasa disebut dengan Maulid Nabi ini diselenggarakan pada bulan Rabiul Awal.
Maulid Nabi menjadi momentum bagi umat Islam untuk mensyukuri kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Menurut Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maluku Tengah, M. Hanafi Rumatiga, Maulid Nabi sudah dilakukan oleh umat Islam sejak tahun kedua Hijriah.
"Dalam perspektif Islam, kaum muslimin yang ada di Indonesia ketika memasuki bulan rabiul awal itu, masyarakat dengan berbagai kegiatan-kegiatan menyongsong atau memperingati hari lahir Nabi SAW," kata Rumatiga kepada TribunAmbon.com di Masohi, Rabu (13/10/2021).
Dikatakan, memperingati Maulid Nabi memiliki beberapa nilai dan makna.
Di antaranya, nilai spiritual, dengan mengungkapkan kegembiraan terhadap kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan bentuk cerminan rasa cinta dan penghormatan umat terhadap Nabi pembawa rahmat bagi seluruh alam.
"Jadi inti dari kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh ummat dalam Bulan Rabiul Awal itu adalah sebagi bentuk rasa cinta terhadap Baginda Nabi Besar Muhammad SAW," jelasnya.
Selanjutnya nilai moral, dapat dipetik dengan memahami akhlak terpuji dalam kisah teladan Nabi Muhammad SAW.
Mempraktikan sifat-sifat terpuji yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW adalah salah satu tujuan dari diutusnya Nabi Muhammad SAW.
"Tujuan dari itu adalah untuk menggali nilai-nilai akhlak yang dicontohi Rasulullah SAW. Untuk kemudian diimplementasikan dalam hidup dan kehidupan ummat," ujarnya.
Terakhir, nilai sosial, dengan memuliakan dan memberikan jamuan makanan para tamu, terutama dari golongan fakir miskin yang menghadiri majelis maulid sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta.
Hal ini sangat dianjurkan oleh agama, karena memiliki nilai sosial yang tinggi.
"Sehingga dengan ekspresi itu mereka menyelenggarakan berbagai macam kegiatan-kegiatan seperti pembacaan dan Barzanji yang memang sebagai bentuk rasa cinta mereka terhadap Baginda Nabi," terangnya.
Hanafi berharap, generasi muda muslim di daerah itu lebih banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi di Bulan Rabiul Awwal ini.
Dengan begitu rasa cinta generasi muda kepada Baginda Nabi bisa terus tumbuh hingga bisa menjadi genarasi yang agamis untuk ummat dan Bangsa ini.
"Sehingga para generasi khususnya generasi muda itu memiliki rasa cinta yang besar kepada Rasulullah," harapnya.
Tahun ini, Maulid Nabi Muhammad akan jatuh pada Jumat, 15 Oktober 2021 lusa.(*)