Maluku Terkini
Industri Rumput Laut di Maluku Tenggara Siap Beroperasi Tahun 2022
Hal itu, diungkapkan Menteri Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan saat berkunjung ke Tual, Maluku Tenggara, Kamis (7/10/2021).
Penulis: Risman Serang | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Kontributor TribunAmbon.com Risman Serang
TUAL - TRIBUNAMBON.COM - Industri rumput laut atau seaweed estate di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku siap beroperasi tahun 2022.
Hal itu, diungkapkan Menteri Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan saat berkunjung ke Tual, Maluku Tenggara, Kamis (7/10/2021).
Menurutnya, rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan nasional dan telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024.
"Kami bersama dengan Pemda akan menyusun master plan untk menentukan model produksi modern," Katanya.
Luhut pun mengaku sangat optimis dengan potensi rumput laut akan berkembang jika dikelola dengan baik.
"Kami fokus di Malra karena potensinya yang begitu besar," ujarnya.
Baca juga: SDM Dinilai jadi Syarat Mutlak Pembangunan RSUD Ambon
Baca juga: La Memo, Atlet Dayung pada Nomor Single Scull Berhasil Sumbang Medali Emas ke-3 bagi Maluku
Potensi perairan bahkan dapat menjadikan Maluku Tenggara sebagai lumbung rumput laut.
Dengan begitu, pengelolaan hingga ekspor rumput laut langsung dari kabupaten tanpa melalui jalur Makassar maupun Surabaya.
"Jadi dalam tahun depan sudah bisa dijalankan saeweed estate dan terkait modal pengelolaan akan datang investor-investror yang akan siap bekerjasama dengan Pemkab Malra," ungkapnya
Maluku juga merupakan kontributor ke-6 produsen rumput laut di indonesia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/rumput-laut-di.jpg)