Maluku Terkini
Dishub Maluku Tengah Tidak Tegas Tertibkan Mobil Berplat Hitam di Terminal Binaya, Sopir Angkot Rugi
Seorang sopir angkot trayek Tehoru - Masohi, Judri mengatakan, jika biasanya pendapatan mencapai Rp 500 ribu
TRIBUNAMBON.COM - Dampak dari beroperasinya angkutan umum berpelat hitam di Terminal Binaya, Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah mengakibatkan menurunnya pendapatan sopir angkot trayek Tehoru - Masohi.
Seorang sopir angkot trayek Tehoru - Masohi, Judri mengatakan, jika biasanya pendapatan mencapai Rp 500 ribu, kini untuk mendapatkan Rp 300 ribu saja cukup sulit.
"Sekarang pedapatan sudah paling sedikit, syukur-syukur kalau dapat 300 ribu, itu pun belum bayar gaji kenek," tuturnya.
Selain Dinas Perhubungan, Satlantas Polres Maluku Tengah juga dianggap tutup mata dengan kesemrautan parkiran mobil pangkalan di area Terminal Binaiya.
"Mereka kase biar saja, polantas juga tidak pernah mau tegur dong padahal kalau datang dong takumpul itu parkir saja makan dua jalur sekali," cetusnya.
Dia menilai, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Maluku Tengah tidak bertindak tegas untuk menertibkan mobil berplat hitam (mobil pangkalan) di kawasan Terminal Binaya itu.
"Tidak tegas, pegawai perhubungan itu bicara saja mau lakukan penertiban tapi sampai sekarang tidak ada bukti," ujar dia.
Ia bersama para sopir Tehoru-Masohi berharap Dinas Perhubungan segera melakukan penertiban terhadap mobil pangakalan yang sejatinya tidak punya ijin trayek beroperasi itu.
"Kita hanya berharap dinas perhubungan bisa ambil sikap tegas saja," harapnya. (*)