Breaking News:

Maluku Terkini

Bersama Camat dan Kades, Bupati Maluku Tengah Komitmen Sukseskan Program TEKAD

Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua bersama Camat dan sejumlah Kepala Desa bertekad menyukseskan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD)

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Lukman
MALUKU: Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua saat menandatangani kesepakatan kerjasama Pemda Maluku Tengah dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Maluku dalam agenda pembukaan Kegiatan Start Up Workshop Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2021 di Baileo Ir. Soekarno, Masohi, (29/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Lukman Mukadar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM – Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua bersama Camat dan sejumlah Kepala Desa bertekad menyukseskan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di daerah itu.

Menurut Abua, Maluku Tengah memiliki potensi yang cukup baik untuk mengembangkan atau memajukan negeri/desa.

"Saya selaku Kepala Daerah beserta jajaran yang terlibat dalam Unit Pelaksana Proyek Kabupaten bersama Tim Koordinasi Program Tekad Kabupaten Maluku Tengah didukung para  Camat  dan  Kepala Pemerintah Negeri siap berkomitmen untuk mendukung implementasi Program TEKAD," kata Abua di sela-sela pembukaan Start Up Workshop Program TEKAD di Masohi, Rabu (29/9/2021).

Guna memastikan komitmen tersebut, Abua berharap OPD terkait yang tergabung dalam tim koordinasi Program TEKAD Maluku Tengah agar segera menyusun langkah strategis guna mengakselerasi inovasi tersebut. 

"Selanjutnya kepada Tim Koordinasi Program TEKAD Kabupaten Maluku Tengah, saya berharap saudara-suadari dapat bergerak cepat, bersinergi, bertanggung jawab dalam menyusun langkah-langkah strategis sekaligus teknis yang dianggap perlu dalam rangka mengakselerasi inovasi  program  Tekad," harapnya. 

Untuk diketahui, program Tekad di Maluku Tengah akan menyentuh 20 desa yang tersebar di empat kecamatan. 

Program TEKAD ini sendiri bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pedesaan sehingga dapat berkontribusi terhadap transformasi wilayah pedesaan serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia Timur.

Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Maluku, Ismail Usemahu mengatakan, banyak negeri baik di Maluku Tengah, SBB dan Kabupaten SBT yang masih kategori negeri tertinggal atau sangat tertinggal.

Sehingga daerah tersebut khususnya pada tingkat negeri disentuh program tersebut yang akan berlangsung hingga 2025. 

"Ada empat Kecamatan di Maluku Tengah yang tersentuh program Tekad, yakni Kecamatan Seram Utara Timur Seti, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kecamatan Seram Utara dan Kecamatan TNS. Kecamatan ini masih menyumbang banyak Negeri-Negeri tertinggal dan sangat tertinggal kecuali TNS penyumbang negeri berkembang" ungkap Usemahu.

Dia menjelaskan, TNS masuk sasaran Program TEKAD, karena baginya perlu ada keselarasan atau ada tranformasi kegiatan.

Usemahu mengatakan di Maluku Tengah terdapat 20 negeri induk yang akan tersentuh 100 persen Program TEKAD.

"Ada yang namanya Negeri klaster, Negeri yang berdekatan ini yang interfensi (program Tekad) tidak 100 persen atau sekitar 50 persen," jelas Usemahu.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved