Breaking News:

Global

Perlindungan Vaksin Moderna Menurun Seiring Berjalannya Waktu, Sinyal Butuh Booster

Menurut data dari hasil uji coba berskala besar, vaksin Covid-19 buatan Moderna menunjukkan penurunan perlindungan terhadap virus corona seiring berja

Editor: Adjeng Hatalea
JOEL SAGET / AFP
Ilustrasi vaksin Moderna - Gambar kreatif ini diambil di sebuah studio di Paris pada 16 November 2020, menunjukkan jarum suntik dan botol vaksin dengan logo Moderna, menggambarkan pengumuman vaksin eksperimental terhadap Covid-19 dari Moderna yang 95% efektif. Terbaru, Moderna Mulai Menguji Vaksin Covid-19 pada Bayi Berusia 6 Bulan dan Anak di Bawah 12 Tahun. 

CHICAGO, TRIBUNAMBON.COM – Menurut data dari hasil uji coba berskala besar, vaksin Covid-19 buatan Moderna menunjukkan penurunan perlindungan terhadap virus corona seiring berjalannya waktu.

Oleh karenanya, perusahaan farmasi dan bioteknologi asal Amerika Serikat (AS) tersebut mendorong kemungkinan penggunaan dosis penguat alias booster.

Laporan tersebut disampaikan Moderna dalam rilisnya pada Rabu (15/7/2021) sebagaimana dilansir Reuters.

Sebelumnya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 dari Moderna kemungkinan lebih unggul dibandingkan vaksin Pfizer- BioNTech dalam hal mempertahankan kemanjurannya dari waktu ke waktu.

Para ahli mengatakan, perbedaan itu kemungkinan karena kandungan mRNA dari vaksin Moderna lebih tinggi dan interval pemberian dosis yang sedikit lebih lama antara suntikan pertama dan kedua.

Kendati demikian, vaksin Moderna dan vaksin Pfizer- BioNTech terbukti sangat efektif dalam mencegah penularan Covid-19 berdasarkan uji klinis fase ketiga.

Laporan terbaru yang dirilis Moderna pada Rabu tersebut menunjukkan sedikit celah pada vaksin buatannya.

Tercatat, jumlah kasus Covid-19 di antara orang yang diberi vaksin Moderna sekitar 13 bulan lalu lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang divaksinasi sekitar delapan bulan lalu.

Moderna membandingkan kinerja vaksinnya terhadap lebih dari 14.000 sukarelawan yang divaksinasi antara Juli hingga Oktober 2020 dengan sekitar 11.000 sukarelawan yang diberi suntikan antara Desember 2020 hingga Maret 2022.

Dalam analisis terbarunya, Moderna menemukan ada 162 kasus Covid-19 di antara sukarelawan yang divaksinasi antara Juli hingga Oktober 2020.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved