Breaking News:

Maluku Terkini

Angin Berkecepatan 30 Knot Ancam Aktivitas Pelayaran di Maluku

Angin kencang berkecepatan 30 Knot atau 60 kilometer per jam berpotensi mengancam aktivitas pelayaran

Penulis: Muh Ridwan H Tuasamu | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Dedy
MALUKU: Kapal Sabuk 34 yang berlabuh di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Kamis (9/9/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Angin kencang berkecepatan 30 Knot atau 60 kilometer per jam berpotensi mengancam aktivitas pelayaran di Perairan Maluku.

Bukan hanya pelayaran, aktifitas penerbangan juga terancam.

Pasalnya, cuaca ekstrem tersebut juga bisa menimbulkan awan Cumulonimbus (Cb).

Hal tersebut diungkap Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Kelas IV Ambon, Ashar saat dikonfirmasi.

"Potensi angin dengan kecepatan 30 knot di wilayah Maluku hingga pekan depan," kata Ashar kepada TribunAmbon.com, Kamis (9/9/2021).

Terlebih di Perairan Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, tinggi gelombang diprediksi bisa mencapai 5 sampai 6 meter.

Bahkan, jika cuaca ekstrem tersebut terus memburuk maka Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon bisa mengelus larangan berlayar bagi kapal.

Baca juga: Imbas Cuaca Buruk, Pengiriman Barang Melalui Jalur Laut Tertunda

"KSOP bisa keluarkan izin dilarang berlayar kalau cuaca memburuk," tandasnya. 

Nelayan juga telah diimbau agar tidak memaksakan diri berlayar dan mengutamakan keselamatan.

Sebab, armada tradisional diprediksi tidak akan kuat menahan angin kencang yang sedang terjadi saat ini.

Kecepatan angin pun nantinya bisa merubah gelombang dan membahayakan nelayan.

Dia berharap, masyarakat pengguna transportasi bisa maklum jika terjadi penundaan karena yang diprioritaskan adalah keselamatan semua orang.

"Kalau ada penundaan harap dimengerti, keselamatan lebih diprioritaskan," ujarnya. (*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved