Ambon Hari Ini
Sejarah Penetapan Hari Ulang Tahun Kota Ambon 7 September
Dan setiap tanggal 7 September, kota berjuluk manise ini selalu merayakan hari jadinya.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-446 Kota Ambon jatuh pada hari ini, Selasa (7/9/2021).
Dan setiap tanggal 7 September, kota berjuluk manise ini selalu merayakan hari jadinya.
Berikut sejarah singkat penetapan hari lahir Kota bertajuk manise ini.
Sejarah bermula saat Pembangunan Benteng Portugis pada 1575 di pantai Honipopu menjadi cikal bakal lahirnya Kota Ambon.
Benteng yang dibangun tersebut dikenal oleh warga sekitar sebagai benteng kota laha atau ferangi.
Berdirinya benteng tersebut membuat kelompok masyarakat lokal mendiami kawasan itu.
Kelompok-kelompok masyarakat tersebut kemudian dikenal dengan nama soa Ema, Soa Kilang, Soa Silale, Hative, Urimessing dan sebagainya.
Kini eksistensi keberadaan kelompok-kelompok masyarakat tersebut telah tersebar di seluruh penjuru Kota Ambon.
Baca juga: Meski Diguyur Hujan, Upacara HUT ke-446 Ambon Tetap Berlangsung Khidmat
Baca juga: Ini 3 Keunggulan Kota Ambon Versi Bima Arya
Oleh sebab itu pada tahun 1575 ditetapkan sebagai tahun lahir Kota berjuluk City Of Music ini.
Pada tanggal 7 September 1921, masyarakat Kota Ambon diberi hak yang sama dengan Pemerintah Colonial, sebagai manifestasi hasil perjuangan Rakyat Indonesia asal Maluku.
Diberikannya hak tersebut kepada masyarakat Kota Ambon, menjadi momentum Masyakarat untuk berperan dan memukul mundur sistem pemerintahan kolonialisme oleh penjajah.
Penatapan tanggal 7 September sendiri, bermula pada tahun 1972, Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Ambon Almarhum Letnan Kolonel Laut Matheos H. Manuputty mengeluarkan Surat Keputusan Walikota madya.
Tertanggal 10 Juli 1972 nomor 25/KPTS/1972 yang diubah pada tanggal 16 Agustus 1972, yang isinya mengenai pembentukan Panitia Khusus Sejarah Kota Ambon dengan tugas untuk menggali dan menentukan hari lahir kota Ambon.
Kemudian dengan suratnya tertanggal 24 Oktober 1972 nomor PK. I/4168 selaku Panitia Khusus Sejarah Kota Ambon menyerahkan tugasnya itu kepada Fakultas Keguruan Universitas Pattimura untuk menyelenggarakan suatu seminar ilmiah dalam rangka penentuan hari lahir Kota Ambon.
Selanjutnya pada tanggal 26 Oktober 1972 Pimpinan Fakultas Keguruan mengadakan rapat dengan pimpinan Jurusan Sejarah dan hasilnya adalah diterbitkannya Surat Keputusan Dekan Fakultas Keguruan Universitas pattimura tertanggal 1 Nopember 1972 nomor 4/1972 tentang pembentukan Panitia Seminar Sejarah Kota Ambon.
Seminar sejarah ini berlangsung dari tanggal 14 sampai 17 November 1972, dihadiri oleh kurang lebih dua ratus orang yang terdiri dari unsur-unsur akademis, Tokoh Masyarakat dan Tokoh adat serta aparat Pemerintah Kodya Ambon maupun Provinsi Maluku.
Setelah melalui usaha panjang dan kesimpang siuran informasi, melalui seminar tersebut akhirnya ditetapkan tanggal dan tahun lahir Kota Ambon jatuh pada tanggal 7 September 1575.
Tahun 1575 diambil sebagai patokan pendirian kota Ambon ialah berdasarkan fakta-fakta sejarah yang dianalisa dimana sekitar tahun tersebut sudah dimulai pembangunan benteng “Kota Laha” didataran Honipopu dengan mengerahkan penduduk di sekitarnya oleh penguasa Portugis seperti penduduk negeri / desa Kilang, Ema, Soya, Hutumuri, Halong, Hative, Seilale, Urimessing, Batu Merah dan lain sebagainya.
Sementara itu, diketahui penetapan tanggal dan bulan lahir kota Ambon yakni, berdasarkan ketika masyarakat Kota Ambon diberikan hak yang sama dengan Pemerintah Kolonial Belanda tanggal 7 September 1921.
Itu diberikan sebagai hasil manifestasi perjuangan Rakyat Indonesia asal Maluku di bahwa pimpinan Alexander Yacob Patty untuk menentukan jalannya Pemerintahan Kota melalui wakil-wakil dalam Gemeeteraad (Dewan Kota) berdasarkan keputusan Gubernur Jenderal tanggal 07 September 1921 nomor 07. (*)
Sumber; Staatblad 92 Nomor 524
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/jmp-ambon_.jpg)