Breaking News:

Maluku Terkini

Sidang Kasus KDRT Kadis PUPR Kepulauan Aru, Umar Ruly Londjo, Istri Akui Terdakwa Suka Selingkuh

Dalam persidangan yang dipimpin ketua Majelis Hakim, Orpa Marthina, menghadirkan saksi korban yang juga isteri terdakwa, HY.

Tanita Pattasina
Sidang Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menjerat Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Kabupaten Kepulauan Aru, Umar Ruly Londjo, kembali berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (31/8/2021) siang. Dalam persidangan yang dipimpin ketua Majelis Hakim, Orpa Marthina, menghadirkan saksi korban yang juga isteri terdakwa, HY. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sidang Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menjerat Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Kabupaten Kepulauan Aru, Umar Ruly Londjo, kembali berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (31/8/2021) siang.

Dalam persidangan yang dipimpin ketua Majelis Hakim, Orpa Marthina, menghadirkan saksi korban yang juga isteri terdakwa, HY.

Saksi Korban menyebutkan selama 21 tahun berumah tangga, terdakwa sering main perempuan hingga melakukan kekerasan psikis kepada korban.

“Selama kami berumah tangga, suami saya suka main perempuan dan psikis,” sebut saksi korban kepada Majelis Hakim.

Baca juga: Pelni Ambon Mudahkan Keberangkatan bagi Anak Dibawah 12 Tahun, Assagaf: Surat Keterangan Saja Cukup

Baca juga: Sepanjang Agustus, Vaksinasi di Maluku Tengah Masih 27 Ribu Jiwa

Bahkan, terdakwa pernah membawa perempuan lain tinggal bersama di rumah dinasnya.

“Tetapi baru selesai ulang tahun rumah tangga kami, dia bawa perempuan lain di rumah dinas, pelihara dalam rumah, tidur di rumah,” tambahnya.

Saksi korban menjelaskan, dari sejumlah peristiwa yang ia alami, puncaknya pada 25 maret 2020 hingga ia melaporkan suaminya.

“Waktu itu, suami saya kirim surat ancaman dan kematian kepada saya dan datang mengamuk di rumah kontrakan kami di kebun cengkeh 25 maret 2020 sekitar pukul 12 sebelum dzuhur,” ucap saksi korban.

Saksi korban menjelaskan sebelum datang kerumah kontrakan mereka, terdakwa mengirimkan sms ancaman yang berisikan makian kepada saksi korban.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved