Breaking News:

Kuti Kata Maluku

Kuti Kata; Kalu Bilang Jang Tuh Jang

"Apalai yang malawang biji ruku, tar dengar-dengarang paskali" (=apalagi yang suka melawan dan tidak dengar-dengaran).

Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Pdt. Elifas Tomix Maspaitella
Bu, Jang dudu situ 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - "Sapa kapala batu yo kas tinggal la urus diri sandiri" (=barangsiapa keras kepala, biarkan dia mengurus dirinya sendiri), "apalai kalu su tagor ulang paleu la tar meku deng akang" (=apalagi jika sudah ditegur berulang dan tidak menaruh perhatian padanya).

"Apalai yang malawang biji ruku, tar dengar-dengarang paskali" (=apalagi yang suka melawan dan tidak dengar-dengaran).

Ungkapan-ungkapan itu dialamatkan "par orang yang tar indahkan atorang apapa satu lai, sampe Antua pung sapuluh penyuruhan lai mar dong tar meku akang" (=untuk orang yang tidak mengindahkan aturan, malah sepuluh hukum Tuhan/taurat pun tidak digubrisnya).

"Mangapa kong orangtotua suka par tagor-tagor?" (=Mengapa orangtua kita suka menegur?).

Kadangkala, "tagor tuh larang" (=teguran/menegur itu larangan)

Baca juga: Kuti Kata; Piara

Baca juga: Kuti Kata; Tahang-Tahang Deng Yang Ada Dolo

Ini bukan berarti "orangtotua suka ba'ator" (=orangtua suka mengatur), "la anana tar bebas" (=sehingga tidak ada kebebasan kepada anak), "mar hidop nih akang atorang ada lai" (=hidup ini ada aturannya juga), "jadi sapa iko atorang dia hidop sanang. Yang tar mau iko, kalalerang" (=siapa mengikuti aturan, hidupnya senang. Yang tidak, hidupnya tidak menentu).

Jadi "orangtotua tagor tuh orangtotua ajar yang bae" (=orangtua menegur itu artinya mereka mengajari hal yang baik).

Kadang pula"tagor tuh kas' inga" (=teguran itu juga mengingatkan), "tagal mangkali anana su salah jalang" (=mungkin anak-anak sudah salah jalan), "jadi kas inga supaya bale, jang jao" (=jadi diingatkan agar segera kembali), "ka seng mulu paleces, jadi kas' inga supaya rem kata-kata" (=atau mulut mengucapkan hal yang tidak senonoh, jadi diingatkan agar mengontrol kata-kata).

"Kalu seng kas inga, lupa. Kalu lupa, bisa cilaka" (=jika tidak diingatkan akan lupa, jika lupa bisa celaka).

Karena "tagor tuh par anana pung bae" (=teguran itu untuk kebaikan anak).

Halaman
12
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved