Jumat, 10 April 2026

Ambon Hari Ini

Richard Louhenapessy; Kualitas BBM Paling Rendah Itu Premium

Menurutnya, pemerintah saat ini tengah mendorong perubahan iklim, dan penghapusan BBM sebutnya menjadi bagian dari upaya itu.

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Adjeng Hatalea
Salah satu unit layanan Pertashop di kawasan Pantai Natsepa, Suli, Salahutu, Maluku Tengah, Rabu (10/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy mendukung kebijakan penghapusan bahan bakar minyak (BMM) Premium oleh pemerintah pusat.

Menurutnya, pemerintah saat ini tengah mendorong perubahan iklim, dan penghapusan BBM sebutnya menjadi bagian dari upaya itu.

Apalagi BBM jenis Premium jadi penyumbang polusi terbesar di Indonesia.

Sehingga wajar saja jika pemerintah pusat mengambil kebijakan penghapusan BBM Premium itu.

"Salah satu dampak polusi yang besar itu disebabkan oleh kualitas BBM. Kualitas BBM yang paling rendah itu premium," kata Richard Louhenapessy kepada wartawan, Kamis (26/8/2021) siang.

"Kondisi Indonesia itu salah satu penyumbang polusi akibat dari emisi yang terbuang dari kendaraan bermotor itu,” imbuhnya.

Di Kota Ambon sendiri, mulai September seluruh penjualan premium dihapus.

Pemerintah pun memastikan untuk menyesuaikan tarif angkot.

Baca juga: Harga Cabai dan Bawang di Ambon Tak Kunjung Normal, Ini Penjelasan Disperindag

Baca juga: Dishub Ambon Dukung Penghapusan BBM Premium, Sapulette; Ada Penyesuain Tarif Angkot

"Kebijakan bagaimana supaya angkot-angkot ini tidak dirugikan, dalam sehari dua ini saya akan tanda tangan perubahan tarif angkot dengan perhitungan kilometernya. supaya para angkot ini tidak terlalu dirugikan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon, Robby Sapulette menyatakan tarif baru angkutan kota mulai diberlakukan 7 September mendatang, tepat di hari ulang tahun kota berjuluk manise ini.

Meski begitu, besaran kenaikan belum disebutkan.

Kata Robby, akan ada pertemuan lanjutan dengan pertamina untuk membahas kenaikan tersebut.

"Karena September ini Pertamina tak lagi memproduksi Premium, maka harus ada penyesuaian tarif angkot. Itu permintaan dari para sopir angkot," tandas Robby. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved