Jumat, 1 Mei 2026

Maluku Terkini

MEA; Gubernur Murad Layak Jadi Bapak Industrialisasi Maluku

Gubernur Maluku dua periode (2003-2013) Karel A. Ralahalu yang menandatangani HoA menceritakan pengalamannya membawa investor dari Jepang, China, Amer

Tayang:
Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Istimewa
Keterangan Foto: Musalam Latuconsina (tengah) Direktur MEA bersama Brigjen TNI (Purn) Karel A. Ralahalu Direktur WLI (kanan) dan Wiko Migantoro Presiden Direktur Pertagas berbagi dokumen HoA yang telah ditandatangani masing-masing pihak. 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Tepat di hari ulang tahun Provinsi Maluku yang ke-76, BUMD Maluku Energi Abadi (MEA) bersama Pertagas dan PT Wahana Lestari Investama (WLI) menandatangani Head Of Agreement (HoA) tentang penyaluran, pembangunan, dan pengembangan infrastruktur energi berbasis gas bumi di Pulau Seram.

Gubernur Maluku dua periode (2003-2013) Karel A. Ralahalu yang menandatangani HoA menceritakan pengalamannya membawa investor dari Jepang, China, Amerika, dan bahkan Rusia ke Maluku, namun tidak ada satupun yang berujung pada penanaman modal karena permasalahan ketiadaan energi di Maluku.

Lebih lanjut, purnawirawan Jenderal TNI bintang satu tersebut berbagi pengalaman selama dirinya memimpin tambak udang terbesar besutannya tersebut dimana 60% biaya produksi habis untuk membakar solar demi menjaga pasokan listrik agar udang peliharaannya tetap hidup dan sehat sehingga kontribusi 70% angka ekspor perikanan Maluku sumbangan WLI tetap dapat dipertahankan, jelasnya.

Baca juga: Pengalihan PI 10% Masuk Tahap 7, Jadi Kado Spesial HUT Maluku

Baca juga: PLN Aliri Listrik di Desa Tayando Yamtel-Maluku Tenggara, Akhirnya Nelayan Bisa Punya Pendingin Ikan

Presiden Direktur Pertagas, Wiko Migantoro dalam ucapan Selamat Ulang Tahun kepada Provinsi Maluku menjelaskan, bahwa pihaknya hadir di Maluku untuk mengembangkan energi bersih serta potensi sumber daya Daerah untuk kesejahteraan masyarakat Maluku. Pertagas mendukung penuh upaya MEA mengakselerasi potensi gas yang dimiliki Maluku.

Musalam Latuconsina, Direktur MEA punya istilah sendiri terhadap momentum yang Maluku peroleh saat ini sebagai sebuah kesempatan melakukan lompatan kodok (leapfroging) memasuki era industrialisasi.

"Gubernur Murad Ismail layak disematkan sebagai bapak industri Maluku, karena dibawah arahannya selain meminta agar energi Maluku dimanfaatkan melalui skema circular economy dari katong par katong, juga akan mengembangkan kawasan industri berbasis gas, industri blue ammonia, serta industri lainnya berbasis perikanan tangkap dan budidaya" tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved