Kuti Kata Maluku
Kuti Kata; Ukur-ukur Lai
"La pande tuh bukang soal skolah ka tar skolah" (=dan kepandaian itu bukan soal berpendidikan atau tidak).
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - "Tiap-tiap orang pung pande tuh tar sama" (=setiap orang memiliki kepandaian yang berbeda).
"La pande tuh bukang soal skolah ka tar skolah" (=dan kepandaian itu bukan soal berpendidikan atau tidak).
"Tagal musti ada pengalaman lai" (=karena diperlukan juga pengalaman).
"Deng bukang pengalaman sa, mar ada niat bae dalang diri lai ka seng?" (=Dan bukan hanya pengalaman, melainkan apakah ada niat dari dalam diri atau tidak?).
"Kalu niat su ada jua, jang paparipi par stori ka biking apapa" (=jika sudah ada niat, jangan terburu-buru dalam berbicara atau melakukan sesuatu).
"Timbang-timbang babae paskali" (=pertimbangkanlah yang matang).
Baca juga: Kuti Kata; Unju Jalan Bae
Baca juga: Kuti Kata; Mau Biking Susah Sapa
Jadi:
"Ukur-ukur lai" (=pertimbangkan lagi). "Seng samua yang ale pikir tuh pas par segala keadaang" (=tidak semua yang anda pikirkan itu cocok untuk semua keadaan/situasi).
"Jang paksa kehendak, batul par ale balong tantu par orang lai" (=jangan memaksakan kehendak, karena apa yang anda anggap benar belum tentu orang lain juga demikian).
"Masing-masing deng tiap-tiap" (=masing-masing orang dengan pendiriannya).
"Ukur-ukur lai", "tagal apa yang pas di siang seng bisa par malang" (=karena sesuatu yang bisa dikerjakan di siang hari tidak bisa dilakukan pada malam hari).
"Orang yang otak tar sanang saja yang kas manyala lampu di siang tarang" (=orang gilalah yang menyalakan lampu di siang hari).
"Jang biking hal yang di luar hadrat" (=jangan melakukan sesuatu di luar kelaziman).
"Par ale mangkali bisa mar orang nilai ale otak tar sanang" (=mungkin bisa menurut anda tetapi orang yakin anda gila).
"Ukur-ukur diri lai" (=pertimbangkan kemampuan diri juga).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/ambon-teluk.jpg)