Maluku Terkini

Daftar Harga Sampah di Bank Sampah Dinas Lingkungan Hidup Maluku Tengah, Cek di Sini

Bank Sampah yang didirikan DLH juga dapat sedikit membantu warga menambah penghasilan. Berkut harga sampah menurut jenisnya.

TribunAmbon.com/Lukman
MALUKU: Bank Sampah DLH Maluku Tengah, Jalan RA Kartini, Kelurahan Namaelo, Kota Masohi, Jumat (30/7/2021). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Keberadaan Bank Sampah dinilai efektif mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA).

Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Maluku Tengah gencar mensosialiasikan serta mendorong warga Kota Masohi untuk ikut berkontribusi terhadap kebersihan lingkungan dengan memanfaatkan Bank Sampah.

Kepada TribunAmbon.com, Kepala Bidang Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup  (DLH) Maluku Tengah, Greesye Hallatu mengaku yakin Bank Sampah yang didirikan DLH juga dapat sedikit membantu warga menambah penghasilan.

Baca juga: Pemenang Tender Gedung Putih Diumumkan Agustus, Disperindag Ambon Minta Pedagang Kosongkan Lokasi

Baca juga: Selain Tehupeiory, Ini Deretan Srikandi Atletik Maluku yang Pernah Mengharumkan Indonesia

Apalagi harga beli sampah yang ditawarkan cukup relevan bagi sesuatu yang dinilai warga tidak bermanfaat itu.

Berikut harga sampah menurut jenisnya;

Besi Campur =  Rp.  2000

Kaleng (susu,cat) =  Rp. 1000

Alumenium campur =  Rp. 2000

Kuningan =  Rp. 30.000

Tembaga =  Rp.  50000

VCD  Rp. 1000

Koran Kotor 700

Koran bersih 110.

Kertas HVS 1150.

Karton 1100.

Duplek (kulit buku) Rp. 500

Kertas Buram Rp. 700

Gelas Aqua Rp. 5000

Gelas Ale Ale, teh, 1300.

Botol Aqua campur (bening) Rp. 15.00

Botol plastik warna Rp. 1.200.

Tutup botol campur Rp. 750.Rn

Tutup Galon Rp. 1500

Galon = Rp. 4000

Gen Campur = Rp. 1.750.

Refil Minyak, Refil Sabun Cair = Rp. 1000

Plastik Gula Polos = Rp. 800

Kulit Kabel =  Rp. 750

Selang = Rp. 750

Karpet/ferlak = RP. 750

Nilek, gembos = Rp. 750

Lanjutnya, warga yang menjual sampahnya bebas bisa dari lembaga, organisasi baik swasta maupun pemerintah, LSM dan lembaga pendidikan serta masyarakat umum bisa mbawa sampah ke DLH setempat.

"Dengan ada bank sampah mereka dpt membwa sampah pilihan ke bank sampah dan menabung sehingga menjadikan smpah memiiliki  nilai ekonomis,"ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved