Breaking News:

PPKM di Ambon

Ini Tujuh Kapal Perintis yang Berhenti Berlayar Selama PPKM di Ambon

Selain itu, kebijakan yang dikeluarkan juga sesuai dengan intruksi Pelni Pusat

Editor: Fandi Wattimena
Kontributor TribunAmbon.com/Adjeng
Loket tiket PT. Pelni Cabang Ambon 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - PT Pelni (Persero) menghentikan sementara pelayanan tujuh kapal perintis di Provinsi Maluku hingga berakhirnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Tujuh kapal tersebut, yakni; KM Sabuk Nusantara (Sanus) 103, Sanus 87, Sanus 105, Sanus 72, Sanus 107, Sanus 71 dan Sanus 106.

Menurut Kepala Operasional PT Pelni Cabang Ambon, Muhammad Assagaf, kapal yang melayari berbagai daerah dalam provinsi itu ditiadakan sementara menyusul PPKM di Kota Ambon.

Selain itu, kebijakan yang dikeluarkan juga sesuai dengan intruksi Pelni Pusat dan berlaku di hampir seluruh wilayah yang dilayari kapal milik BUMN itu.

Baca juga: Musik Hip Hop Bernuansa Maluku, Grizzly; Berkarya Tanpa Lupa Jati Diri

Baca juga: Harga Sayuran Mahal di Pasar Mardika Ambon, Ini Penjelasan Petani

"Keputusan kantor Pelni pusat, jadi kita ikuti saja," kata Assagaf kepada TribunAmbon.com, Rabu (28/7/2021).

Lanjutnya, salah satu alasan lain langkah ini diambil karena sejumlah rute yang dilalui kapal perintis mewajibkan melampirkan surat vaksin.

Sedangkan, warga di daerah-daerah tersebut biasanya hanya menggunakan surat pengantar kepala desa saja.

Sejumlah rute yang dimaksud Assagaf yakni di daerah-daerah terpencil bagian Maluku Tenggara maupun Maluku Barat Daya (MBD).

"Banyak warga yang datang menanyakan tiket kesana," ungkapnya

Dia mengaku, pihaknya tetap menutup loket pembelian tiket kapal perintis karena sering terjadi perdebatan warga dengan petugas.

Perdebatan kedua belah pihak terjadi akibat penerapan PPKM yang disebut warga menyulitkan mereka. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved