Breaking News:

Maluku Terkini

Wakil Rakyat Nilai Gubernur Maluku, Murad Ismail Minim Etika Komunikasi

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku, Alimudin Kolatlena menilai Gubernur Maluku, Murad Ismail minim etika dalam berkomunikas

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Mesya
MALUKU: Anggota Komisi I DPRD Maluku, Alimudin Kolatlena. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku, Alimudin Kolatlena menilai Gubernur Maluku, Murad Ismail minim etika dalam berkomunikasi di depan publik.

Pasalnya, Murad Ismail kini kembali mengeluarkan kata-kata kasar dan tak pantas saat menanggapi aksi demo tolak PPKM yang belakangan ini sering terjadi di Ambon.

"Ini bukan soal Murad Ismail secara pribadi, tapi soal jabatan gubernur, jabatan kepala daerah. Jadi, setiap kata yang keluar dari kepala daerah terutama pak Gubernur Maluku sendiri harus diperhatikan, jangan barbar," kata Alimudin kepada wartawan di Ruang Komisi III DPRD Maluku, Selasa (27/7/2021).

Menurutnya, setiap perkataan yang disampaikan di ruang publik dari seseorang sebagai Kepala Daerah harus memiliki etika.

Pilihan kata, lanjutnya, harus mengandung unsur pembelajaran.

Baca juga: Lagi Demo PPKM Ricuh, Kemacetan Kembali Terjadi di Depan Kantor Walikota

"Etika komunikasi mulai dari pemilihan kata dan bahasanya di ruang publik itu harus dijaga. Merespon dinamika publik ada aksi demonstrasi, kritikan dan lainnya itu harus secara akademik jangan terkesan emosional. Apalagi kata-kata kasar itu disampaikan di hadapan tokoh-tokoh agama, organisasi-organisasi terhormat yang berwibawa," ungkapnya.

Pernyataan Murad Ismail dengan melontarkan kata-kata kasar ini sempat disiarkan langsung di kanal YouTube Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Provinsi Maluku saat pembagian bantuan sosial bagi masyarakat terdampak PPKM di Kota Ambon.

"Jangan terpengaruh oleh itu apa, kaskadu-kaskadu (kurap) itu yang cuma berapa ekor, tapi selalu buat. Sekali-sekali masyarakat Maluku kompak, kumpul lalu pukul mereka sampai t*i keluar dari pantat,” kata Murad dalam sambutannya di Paroki Katholik Maria Bintang Laut Senin, (26/7/2021) kemarin.

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved