Breaking News:

PPKM di Ambon

PPKM Mikro Diperpanjang, 26 Juli Baru Mulai Ada Kelonggaran di Kota Ambon

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro diperketat di Kota Ambon akan berakhir besok, Kamis (22/7/2021).

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Salama Picalouhata
TribunAmbon.com/Ridwan
AMBON: Walikota Ambon, Richard Louhenapessy yang hadir dalam peluncuran QRIS di Pasar Transit Passo mengatakan, sudah saatnya masyarakat harus mengikuti perkembangan dan penggunaan terknologi, Jumat (16/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro diperketat di Kota Ambon akan berakhir besok, Kamis (22/7/2021).

Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memutuskan memperpanjang PPKM Mikro diperketat ini hingga Minggu (25/7/2021) dan baru akan diberikan kelonggaran diberbagai sektor usaha, Senin (26/7/2021).

“Kita tetap laksanakan perpanjangan PPKM ini sampai dengan tanggal 25 dan tanggal 26 dari fakta-fakta yang ada kita akan menerapkan ppkm di Ambon dengan skala yang dilonggarkan,” kata Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (21/7/2021).

Kelonggaran jam operasional diberi bagi sektor usaha seperti usaha kuliner, mall, pertokoan hingga bioskop.

Louhenapessy menambahkan kelonggaran waktu diberi hingga pukul 21.00 WIT dengan syarat penerapan protokol kesehatan secara ketat.

“Semua sampai jam 9 malam, bioskop juga izin buka, tetapi semua dengan protokol kesehatan secara ketat. Tapi itu baru tanggal 26 sedangkan tanggal 22 hingga 25 kita masih tetap menggunakan pola dan persyaratan PPKM yang lama,” tambah Louhenapessy.

Lanjutnya, fakta lapangan menunjukan penyebaran covid-19 mengalami penurun sehingga Kota Ambon turun dari zona merah atau resiko tinggi menjadi zona orange atau resiko sedang pada peta resiko penyebaran Covid-19 di Maluku.

“Misalnya dari hasil zona itu, kita mengalami penurunan yang cukup signifikan, zona dulu merah sekarang bergeser ke orange walupun angka belum signifikan,” paparnya.

Berdasarkan laporan Satgas Penanganan Covid-19 per 18 Juli 2021, Ambon memiliki skoring 1,9 poin setelah sebelumnya memiliki 1,70 poin, Senin (5/7/2021).

Louhenapessy memberi apresiasi bagi pelaku usaha dan masyarakat yang taat dalam pelaksanaan PPKM Mikro dalam dua pekan ini.

“Saya terima kasih kepada masyarakat, pelaku usaha yang taat dalam melaksanakan ppkm kurang lebih 98 persen taat ppkm dan itu berdampak besar bagi pelaksanaan dan kondisi yang dihadapi kota,” pujinya.

Saat ini, sesuai dengan instruksi wali kota Ambon No 3 tahun 2021 tentang PPKM dan optimalisasi posko penanganan covid-19.

Kota Ambon telah melaksanakan PPKM Mikro diperketat sejak kamis (8/7/2021) lalu.
Hal itu juga berdasar Instruksi Nomor 17 tentang PPKM Mikro yang diperketat oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved