Rabu, 8 April 2026

Kisruh RSUP Leimena

Datangi RSUP dr J Leimena Ambon, Keluarga Minta Jenazah Disalatkan di Rumah Duka

Pihak keluarga almarhum SK (62) meminta pihak RSUP dr. J Leimena Ambon mengijinkan pengambilan jenazah untuk disalatkan di rumah duka.

Penulis: Adjeng Hatalea | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Adjeng Hatalea
Keluarga almarhum SK tengah menunggui jenazah di RSUP dr. J Leimena Ambon. 

Laporan TribunAmbon.com, Adjeng hatalea

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pihak keluarga almarhum SK (62) meminta pihak RSUP dr. J Leimena Ambon mengijinkan pengambilan jenazah untuk disalatkan di rumah duka.

"Kami cuma minta, kalau memang benar almarhum terpapar corona, biarkan kami keluarga yang mengurus dan mensalatkan almarmarhum di rumah tanpa mengeluarkan jenazahnya dari peti," ucap keluarga almarhum, S kepada TribunAmbon.com, Rabu (14/7/2021).

Saat ditemui TribunAmbon.com di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP dr. J Leimena, keluarga korban, S mengaku pihak RS telah menyetujui permintaan tersebut.

"Saat ini ada perwakilan keluarga yang ikut memandikan dan mengkafankan almarhum di dalam (IGD)," lanjutnya.

Dia menambahkan, setelah pemularasan, jenazah almarhum akan dimakamkan di TPU Kebun Cengkeh dengan tetap menerapkan protokol Covid-19.

"Tadi pihak RS dan Satgas sudah setuju," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, keluarga almarhum seruduk Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Johannes Leimena, Rabu (14/7/2021) pagi.

Keluarga meminta jenazah dikeluarkan dari rumah sakit agar bisa dimakamkan di TPU Kebun Cengkeh, Batu Merah, Sirimau, Kota Ambon.

Dalam video yang diterima TribunAmbon.com, terlihat keluarga terlibat adu mulut dengan pihak keamanan RSUP Johannes Leimena, sekitar pukul 11.00 WIT.

Baca juga: Lagi, Keluarga Jenazah Covid-19 Seruduk RSUP dr Johannes Leimena Ambon

Baca juga: Jalan Amblas di Kampung Kisar-Ambon, Akses Terputus Tidak Bisa Dilalui Kendaraan

Keluarga tidak terima almarhum divonis terpapar Covid-19.

Mereka juga meminta agar pihak rumah sakit menunjukan hasil tes PCR Swab milik almarhum.

Namun karena ditolak, keluarga membuat keributan di halaman depan rumah sakit yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo akhir Maret 2021 itu.

Keluarga yang berhasil diwawancarai menyebut, aksi dilakukan lantaran tak percaya almarhum terpapar covid.

"Almarhum meninggal karena sakit maag, tapi divonis positif covid,"ujar keluarga almarhum, S, Rabu pagi.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved