Tips Kesehatan
Manfaat Jahe untuk Kesehatan, Mengurangi Stres hingga Membantu Diet
Jahe berasal dari Asia Tenggara merupakan satu keluarga Zingiberaceae yang memiliki kaitan erat dengan kunyit, kapulaga, dan lengkuas.
Penulis: larasati putri wardani | Editor: Citra Anastasia
TRIBUNAMBON.COM - Jahe merupakan tanaman rimpang yang memiliki rasa khas pedas.
Tanaman yang berasal dari Asia Tenggara ini merupakan satu keluarga Zingiberaceae yang memiliki kaitan erat dengan kunyit, kapulaga, dan lengkuas.
Jahe sangat populer digunakan untuk rempah-rempah dan bahan obat.
Bahkan, penggunaannya pun juga bisa dengan cara segar, kering, bubuk, hingga dijadikan minyak atau jus.
Selain dikonsumsi untuk memberi rasa hangat dibadan, jahe juga memiliki 11 manfaat lainnya.
Apa saja manfaat tersebut?
Berikut ulasannya dilansir oleh healthline.com.
Baca juga: Manfaat Serai bagi Kesehatan Tubuh, Mulai dari Turunkan Tekanan Darah hingga Sebagai Antioksidan
Baca juga: Manfaaat Lidah Buaya bagi Kesehatan dan Kecantikan, Sembuhkan Luka Bakar hingga Cegah Jerawat
Baca juga: Manfaat Madu untuk Kecantikan Wajah, Simak Ulasannya dan Cara Pengaplikasiannya
1. Mengurangi Stres Oksidatif
Gingerol adalah senyawa bioaktif yang terdapat dalam jahe.
Senyawa ini memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan yang kuat.
Bahkan, menurut penelitian, gingerol dapat mengurangi stres oksidatif yang dihasilkan dari kelebihan jumlah radikal bebas dalam tubuh.
2. Mengobati Mual
Jahe dapat mengurangi mual, khususnya mual yang berhubungan dengan kehamilan.
Meski aman, sebelum mengonsumsi jahe dalam jumlah banyak ketika sedang hamil, alangkah baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Serta disarankan agar ibu hamil yang mendekati persalinan atau yang pernah mengalami keguguran untuk menghindari jahe.
Sebab, jahe dikontradiksikan dengan riwayat pendarahan vagina dan gangguan pembekuan juga.
3. Menurunkan Berat Badan
Penelitian tahun 2016 terhadap 80 wanita dengan obesitas menemukan bahwa jahe dapat membantu mengurangi indeks massa tubuh (BMI) dan kadar insulin darah.
Sebab, kadar insulin darah berhubungan dengan obesitas.
4. Membantu Osteoartritis
Osteoartritis merupakan masalah yang sering terjadi, yang menyebabkan gejala seperti nyeri sendi dan kekakuan.
Ada sebuah penelitian yang menunjukkan, jahe efektif dalam mengurangi gejala osteoartritis terutama pada lutut.
5. Menurunkan Gula Darah
Jahe memiliki sifat antidiabetes yang kuat.
Bahkan, ada sebuah penelitian yang membuktikan, jahe terbukti menurunkan kadar gula darah dan memperbaiki berbagai faktor risiko penyakit jantung pada penderita diabetes tipe 2.
6. Membantu Mengobati Gangguan Pencernaan Kronis
Gangguan pencernaan kronis ditandai dengan nyeri berulang dan ketidaknyamanan di atas perut.
Jahe terbukti dapat mempercepat pengosongan lambung.
7. Mengurangi Nyeri Haid
Kegunaan jahe secara tradisional adalah meredakan nyeri, termasuk nyeri haid bila diminum pada awal periode mentruasi.
8. Menurunkan Kadar Kolesterol
Kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Jahe dapat menjadi solusi untuk menurunkan kadar kolesterol secara signifikan.
9. Mencegah Kanker
Jahe mengandung zat gingerol yang memiliki efek perlindungan terhadap kanker.
Namun, hal ini membutuhkan lebih banyak studi.
10. Meningkatkan Fungsi Otak dan Melindungi dari Penyakit Alzheimer
Stres oksidatif dan peradangan kronis dapat mempercepat proses penuaan.
Bahkan, juga membantu meningkatkan fungsi otak pada wanita paruh baya.
11. Membantu Diet
Untuk Anda yang sedang diet, jahe dapat dimasukkan ke dalam menu tersebut.
Berikut ada beberapa menu yang bisa kamu coba:
- Ayam dengan jahe
- Ayam bawang putih-jahe dengan daun ketumbar dan mint
- Ayam jeruk-jahe pedas
- Ayam lemon jahe
- Teh jahe segar
- Teh jahe
- Jus jahe malian
Berita lainnya terkait Tips Kesehatan
(Tribunambon.com/ Laras PW)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/ilustrasi-jahe.jpg)