Kamis, 16 April 2026

Global

Imbas Lonjakan Covid-19, 12 Menteri di India Kompak Undur Diri Diri

Kala itu, kasus harian Covid-19 mencapai ratusan ribu dan layanan kesehatan berada di bawah tekanan berat di banyak daerah sebagaimana dilansir AFP.

Editor: Adjeng Hatalea
AFP/STR)
Narendra Modi, perdana menteri sekaligus pemimpin Bharatiya Janata (BJP) partai berkuasa di India saat ini.( 

NEW DELHI, TRIBUNAMBON.COM – Sebanyak 12 menteri di India mengundurkan diri pada Rabu (7/7/2021) setelah negara tersebut digulung gelombang kedua Covid-19.

Pengunduran diri tersebut merupakan bagian dari perombakan besar-besaran oleh Perdana Menteri India Narendra Modi menjelang pemilu di tujuh negara bagian pada 2022.

Menteri Kesehatan Harsh Vardhan termasuk di antara 12 menteri yang mengundurkan diri. Dia mendapat kritik paling keras selama lonjakan kasus Covid-19 di India pada April hingga Mei.

Kala itu, kasus harian Covid-19 mencapai ratusan ribu dan layanan kesehatan berada di bawah tekanan berat di banyak daerah sebagaimana dilansir AFP.

Sebelum digulung tsunami Covid-19, Modi telah menyatakan kemenangannya melawan virus corona pada Januari karena kasus harian melandai.

Setelah itu, pemerintah India mengizinkan festival keagamaan dan pertemuan politik yang mengumpulkan banyak orang pada Januari, Februari, dan Maret.

Akibatnya, “Negeri Anak Benua” menanggung konsekuensinya yakni menghadapi gelombang kasus harian yang tak terbendung mulai April.

Korban tewas yang dilaporkan India sebanyak160.000 pada akhir Maret melonjak menjadi lebih dari 400.000 saat ini, tertinggi ketiga di dunia.

Banyak ahli menduga, karena penghitungan yang kurang tepat dan pencatatan penyebab kematian yang salah, jumlah kematian sebenarnya bisa beberapa kali lipat lebih tinggi.

Pemilu

Ravi Shankar Prasad, menteri hukum dan kehakiman dan teknologi informasi, juga mengundurkan diri.

Menteri lain yang mengundurkan termasuk Prakash Javadekar, menteri lingkungan hidup, hutan dan perubahan iklim.

Ramesh Pokhriyal Nishank, menteri pendidikan, juga mundur dari kabinet Modi.

Prasad merupakan sekutu dekat Modi. Tapi bagaimanapun, dia kemungkinan tetap diberi peran penting dalam Partai Bharatiya Janata (BJP) menjelang pemilu negara bagian.

Pada 2022, sebanyak tujuh negara bagian India akan menggelar pemilu. Enam di antara tujuh negara bagian itu saat ini dikuasai oleh BJP.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved