Minggu, 12 April 2026

Global

WHO Peringatkan Euro 2020 Bisa Jadi Penyebar Varian Baru Covid-19

WHO memperingatkan penggemar Euro 2020 bisa menjadi penyebar super varian baru "Delta plus".

Editor: Adjeng Hatalea
STUART FRANKLIN / POOL / AFP
Pemain depan Spanyol Mikel Oiarzabal (kanan) merayakan dengan rekan satu timnya setelah mencetak gol kelima mereka selama pertandingan sepak bola babak 16 besar UEFA EURO 2020 antara Kroasia dan Spanyol di Stadion Parken di Kopenhagen pada 28 Juni 2021. 

TRIBUNAMBON.COM - WHO memperingatkan penggemar Euro 2020 bisa menjadi penyebar super varian baru "Delta plus".

Saat ini Eropa menghadapi gelombang baru infeksi Covid-19.

Pejabat tinggi kesehatan di Rusia memperingatkan penonton Euro 2020 dapat membantu menyebarkan varian baru karena banyak yang dinyatakan positif Covid-19, setelah kembali dari pertandingan.

WHO mengatakan, infeksi Covid-19 di Eropa meningkat 10 persen dalam sepekan ini setelah Euro 2020 dimulai.

Di Rusia telah terjadi 72 jam paling mematikan dalam sepekan, mencatat 672 kematian dan 23.453 kasus baru Covid-19 pada Kamis (1/7/2021) saja.

Melansir The Sun pada Jumat (2/7/2021), kota yang menjadi tuan rumah Euro 2020, Saint Petersburg, Rusia mencatat 115 kematian hanya beberapa jam sebelum Spanyol, dan Swiss akan memulai pertandingan penyisihan grup mereka di Gazprom Arena.

Meskipun pihak berwenang menyalahkan peluncuran vaksin Covid-19 yang lambat, varian baru dan peningkatan pencampuran sosial sebagai alasan lonjakan terbaru, banyak yang melihat Euro sebagai pertandingan yang menyalakan api.

Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer mencap badan sepak bola Eropa, UEFA, "tidak bertanggung jawab" karena membiarkan pertandingan tetap berjalan.

"Saya tidak bisa menjelaskan mengapa UEFA tidak masuk akal...Saya menduga itu karena komersialisme," katanya kepada wartawan.

UEFA mengatakan bahwa otoritas lokal di setiap stadionlah yang bertanggung jawab untuk memutuskan jumlah penggemar yang diizinkan masuk.

Terlepas dari itu, ibu kota yang telah memilih untuk menjadi tuan rumah pertandingan Euro 2020, seperti London telah mengalami peningkatan infeksi Covid-19 sejak kompetisi dimulai pada Juni.

Di Inggris, pihak berwenang mencatat 27.989 kasus Covid-19, jumlah tertinggi sejak Januari.

Sementara itu, Portugal memberlakukan jam malam di Lisbon, Porto, dan kota lainnya pada Jumat (2/7/2021).

Spanyol telah mencatat peningkatan infeksi Covid-19 di antara orang-orang berusia 20-an, sementara Jerman memperkirakan varian Delta menyumbang lebih dari 70 persen kasus pada Juli.

Hal itu terjadi setelah tim sepak bola Slovakia diguncang oleh ketakutan virus corona di antara pemain mereka, hanya beberapa jam sebelum pertandingan mereka dengan Swedia pada 18 Juni.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved