Global
Akui Krisis Covid-19, Korea Utara Masih “Ogah-ogahan” Terima Bantuan Vaksin Covid-19
Korea Utara mengakui tengah menghadapi krisis Covid-19, mereka terus mengeklaim tidak ada satu pun warganya yang terpapar virus tersebut.
PYONGYANG, TRIBUNAMBON.COM – Korea Utara mengakui tengah menghadapi krisis Covid-19, mereka terus mengeklaim tidak ada satu pun warganya yang terpapar virus tersebut.
Meski demikian, Korea Utara masih tampak “ogah-ogahan” menerima vaksin dari dunia internasional.
Pembicaraan terhenti
Negosiasi antara Korea Utara dan Aliansi Vaksin Global (Gavi) telah terhenti selama berbulan-bulan. Korea Utara hanya menyelesaikan dua dari tujuh langkah administratif yang diperlukan, menurut sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.
“Jika DPRK (singkatan resmi Korea Utara) cepat menangani dokumen-dokumennya, mereka akan mendapatkan sejumlah vaksin,” kata seorang sumber kepada VOA.
Baca juga: Lagi, Tentara Israel Tembak Mati Warga Palestina
Sumber itu menambahkan, jika Korea Utara memenuhi seluruh persyaratan yang diajukan oleh Gavi, distribusi bantuan vaksin akan berjalan dengan baik ke negara itu.
Di sisi lain, Gavi menolak mengomentari pembicaraan lebih lanjut dengan Korea Utara.
"Pekerjaan sedang berlangsung dan diskusi masih berlanjut dengan DPRK," kata seorang juru bicara Gavi.
Banyak rintangan
Gavi mengumumkan pada Maret bahwa mereka berencana mendistribusikan 1,7 juta dosis vaksin AstraZeneca ke Korea Utara pada Mei.
Kendati demikian, pengiriman bantuan vaksin tersebut mengalami beberapa hambatan, termasuk kekhawatiran Korea Utara tentang keamanan dan kemanjuran vaksin AstraZeneca.
Selain itu, Pyongyang juga enggan menandatangani dokumen jika terjadi efek samping dan tidak mengizinkan pekerja internasional yang memfasilitasi pengiriman masuk ke negara itu.
Baca juga: Menko PMK Minta Penguatan Satgas Covid-19 hingga Tingkat Desa dan RT/RW
Di sisi lain, pasokan global yang minim juga menjadi penyebab tersendatnya pengiriman vaksin ke Korea Utara.
India, produsen utama vaksin AstraZeneca, awal tahun ini menangguhkan ekspor vaksin di tengah ledakan kasus Covid-19.
Pada Mei, Korea Utara justru menuduh negara-negara lain egois karena menimbun pasokan vaksin sehingga menciptakan kemacetan dalam produksi global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/1962021-kim-jong-un.jpg)