Maluku Terkini

Warga Keluhkan Jalan Berlubang di Pasar Namlea, Minta Segera Diperbaiki

Warga meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Buru untuk memperbaiki jalan berlubang di kawasan Pasar Namlea.

Penulis: Fajrin S Salasiwa | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Andy
Kondisi ruas jalan di Pasar Tradisional Namlea, mengalami kerusakan dan belum diperbaiki, Senin (21/6/2021) 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM – Warga meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Buru untuk segera memperbaiki jalan berlubang di kawasan Pasar Namlea.

Pasalnya, saat musim penghujan tiba, ruas jalan di sekitar pasar dipenuhi becek dan genangan air di bagian yang berlubang.

Hal ini dikeluhkan warga, terutama pengguna jalan saat melintas dan berkunjung ke pasar tersebut.

Pantauan TribunAmbon.com, Senin (21/6/2021) siang, sejumlah titik ruas jalan yang berlubang terlihat kerusakannya cukup parah.

Beberapa titik jalan berlubang juga telah digenangi air hujan.

Akibatnya, masyarakat yang melakukan aktivitas di Pasar menjadi terganggu.

Mereka mengeluhkan kondisi jalan yang semakin rusak, terlebih di saat musim penghujan.

Seperti yang diungkapkan seorang pedagang di Pasar Namlea, Nita (40).

Menurutnya, berlalu-lalang di kawasan pasar tidak begitu nyaman dengan kondisi jalan yang becek dan genangan air di mana-mana.

"Iya, rusak parah, kasih bagus jalan ini supaya katong bajual juga bagus, dan tidak terganggu, jalan sudah hancur dan berlumpur," kata Nuta kepada TribunAmbon.com saat diwawancarai, Senin.

Selain pedagang, Mudi (37), seorang tukang ojek juga mengeluh kondisi serupa.

Dia meminta agar jalan ini harus diperbaikan karena kerusakannya sudah cukup lama.

"Sudah lama sekali, mungkin sekitar 15 tahun belum diperbaiki sampai sekarang, karena musim hujan dan kondisi jalan seperti ini sangat terganggu, kami berharap kepada Pemda agar segera diperbaiki," ujar Mudi.

Selain merasa terganggu dengan kondisi jalan, dia juga mengeluh dengan retribusi yang tiap saat ditagih oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Buru.

"Minta retribusi terus, setiap kali masuk Rp 2.000, tapi jalan tidak diperbaiki," tandasnya.

Sumber: Tribun Ambon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved