Sabtu, 18 April 2026

Maluku Terkini

Makanan Atlet Maluku PON Papua Katanya Sesuai Saran Dokter Ahli Gizi Nasional

KONI Provinsi Maluku menyebut menu makanan bagi atlet di Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) diatur sesuai kebutuhan gizi atlet.

Tanita Pattiasina
Konferensi pers di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku, Karang Panjang, Ambon, Sabtu (19/6/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Maluku menyebut menu makanan bagi atlet di Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) diatur sesuai kebutuhan gizi atlet.

Tanggapan tersebut menanggapi beredarnya informasi atlet yang akan berjuang di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX hanya diberi makan bubur, ikan asin dan tahu saja.

Ketua KONI Maluku, Tony Pariela mengatakan menu bubur yang diberikan bukan bubur biasa melainkan bubur manado yang sebelumnya telah dikonsultasikan dengan salah satu dokter ahli gizi nasional.

“Atlet dilayani khusus secara menu. Menu itu sudah diatur setiap empat minggu. Berganti-ganti. Jadi tidak benar menunya bubur terus,” kata Pariela kepada wartawan di Kantor KONI Maluku, Karang Panjang, Ambon, Sabtu (19/6/2021) sore.

“Mana mungkin para atlet yang disiapkan untuk membela nama daerah makan bubur. Sama sekali tidak benar titik. Yang benar adalah mereka diberikan bubur manado. penetapan menu bubur manado juga sudah sesuai dengan hasil konsultasi dengan salah satu dokter ahli gizi nasional,” lanjutnya.

Baca juga: Dua Gempa Guncang Kairatu-SBB-Maluku, Dirasakan Kuat Masyarakat, Hanya Berselang Semenit

Baca juga: Jong Ambon FC Tak Terkalahkan, Gafar Lestaluhu Ungkap Kunci Kemenangan

Baca juga: Penataan Pedagang Pasar Mardika Dipastikan Terus Berjalan, Richard Louhanapessy Minta Warga Sabar

Di mengatakan, kebutuhan gizi dan waktu istirahat atlet dijaga dan diatur oleh tim khusus, bahkan pelatih juga melakukan pengecekan secara berkala.

“Jadi atlet dilayani melalui menu yang disusun secara khusus oleh bidang sport science oleh KONI Maluku yang memiliki spesifikasi untuk menyusun menu sesuai asupan gizi. menu kemudian dirapatkan bersama-sama, disampaikan kepada para pelatih dilihat dan kalau disetujui dan dilaksanakan. itu mekanisme pengambilan keputusan,” ucapnya.

Sebelum masuk Pelatda pun, kata dia, jumlah hemoglobin atlet dibawah 13 g/dL. Setelah diberikan treatmen khusus, jumlah hemoglobin meningkat yang menandakan kondisi tubuh yang membaik.

“Jika menu yang diberikan tidak baik, tidur dan latihan juga tidak nyaman maka Hb juga akan tidak bagus. Tapi dari persiapan umum sampai persiapan khusus, data HB kontingen Maluku naik dan itu ditunjukan dari hasil pemeriksaan pelatih,” jelasnya.

Pariela mengharapkan, hal ini bisa memberikan pencerahan bagi masyarakat diluar mengenai kesejahteraan atlet selama di Pelatda dan peredaran informasi tidak menganggu kesiapan atlet secara mental maupun fisik.

“Kami tidak ingin masalah ini berkembang liar dan apalagi dipolitisasi, sebab menyita energi kami yang sementara berkonsentrasi menuju pon. jangan lagi membuat kita pecah hanya untuk mengurus hal tidak benar. Sama sekali tidak sesuai dengan fakta lapangan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua bidang sport sains sekaligus penanggung jawab dalam Menyusun menu makanan atlet, Mariana Dehukubun mengungkapkan persiapan dari umum ke khusus untuk 46 atlet yang akan bertanding di PON XX itu berbeda.

Persiapan khusus menuju pra juga berbeda lagi, karena performa atlet juga ditentukan oleh asupan gizi yang masuk.

“Tiga komponen utama itu lemak, protein, karbohidrat. Itu kebutuhan dasar. Yang dimaksud memang ada menu bubur manado tapi itu untuk malam dan kalorinya 370,” beber Mariana.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved