Senin, 4 Mei 2026

Gempa Bumi

Dua Gempa Guncang Kairatu-SBB-Maluku, Dirasakan Kuat Masyarakat, Hanya Berselang Semenit

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maluku mencatat dua  gempa magnitudo 3 Skala Richter (SR) mengguncang Maluku, Senin (21/6/2021).

Tayang:
Grafis Tribunnews.com/Juna Putuhena
Ilustrasi gempa. 

MALUKU, TRIBUNAMBON.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maluku mencatat dua  gempa magnitudo 3 Skala Richter (SR) mengguncang Maluku, Senin (21/6/2021).

Masyarakat merasakan guncangan kuat selama lebih kurang tiga detik. 

Gempa pertama bermagnitudo 3,4 SR terjadi pukul 09.11.

Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lokasi gempa berada

3,35 derajat Lintang Selatan (LS) dan 128,37 derajat Bujur Timur (BT).

Atau 2 km timur Kairatu dan 38 km tenggara Piru, Seram Bagian Barat.

Gempa itu berada di kedalaman 10 km.

Baca juga: Dua Kali Gempa Magnitudo 3 Goyang Maluku, Dirasakan Kuat di Kairatu-Seram Bagian Barat

Baca juga: Penataan Pedagang Pasar Mardika Dipastikan Terus Berjalan, Richard Louhanapessy Minta Warga Sabar

Tak berselang lama, gempa berkekuatan 3,3 SR kembali terjadi.

Gempa itu hanya berselang semenit dari gempa pertama.

Getaran gempa ini dirasakan dengan skala MMI II-III di Kairatu. Skala III MMI adalah getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Sebagai informasi, Skala MMI (Skala Mercalli) adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi.

Skala I MMI: Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.

Skala II MMI: Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung. bergoyang.

Skala III MMI: Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Skala IV MMI: Getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Skala V MMI: Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Skala VI MMI: Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik bisa rusak, kerusakan ringan.

Skala VII MMI: Setiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur. Cerobong asap pecah. Getaran dirasakan oleh orang yang naik kendaraan.

Skala VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen bisa roboh. Air menjadi keruh.

Skala IX MMI: Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

Skala X MMI: Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah pun terbelah, rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

Skala XI MMI: Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

Skala XII MMI: Hancur sama sekali, Gelombang tampak di permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.

Sejauh ini belum diketahui apakah ada kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut.

BMKG pun menyarankan masyarakat agar tidak mudah panik dan percaya dengan isu-isu gempa yang tidak benar seperti tsunami. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved