Virus Corona
Juru Bicara Satgas Covid-19 RS UNS Imbau Masyarakat Menyadari Bahaya Penyebaran Varian Delta
virus covid dari India ini memiliki penularan yang sama dengan varian lainnya. harus diwaspadai varian Delta ini dapat mengelabui sistem imun tubuh
TRIBUNAMBON.COM - Masyarakat perlu hati-hati dengan penyebaran virus covid varian Delta, sebab virus asal India, begitu sangat cepat membuat kondisi seseorang menjadi buruk.
Sebab varian Delta ini baru diketahui saat virus sudah banyak memenuhi Paru-paru.
Puluhan warga dari Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), telah tertular oleh virus asal India tersebut.
Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Tonang Dwi Ardyanto, mengimbau masyarakat untuk menyadari bahayanya penyebaran varian Delta ini.
Menurut dia, virus covid dari India ini memiliki penularan yang sama dengan varian lainnya.
Hanya saja yang harus diwaspadai varian Delta ini dapat mengelabui sistem imun tubuh manusia.
Baca juga: Bukan Bubur, KONI Maluku Akui Menu Makanan di Pelatda Maluku Sesuai Kebutuhan Gizi Atlet
Baca juga: Penambahan 12.906 Kasus Covid-19 dalam Sehari, Beban Nakes Meningkat Pesat
Baca juga: ICA Singapura Menghubungi Indonesia Terkait Adelin Lis sejak 2018, Baru Ditanggapi 2021
“Sampai saat ini cara penularan belum berubah, tetap lewat mata, mulut, dan hidung. Hanya bedanya mutasi ini bisa mengelabui sistem imun kita.
Diam-diam menempel pada sel tubuh kita, maka tidak bergejala di awal kalau yang sebelumnya kan begitu nampak langsung bereaksi, tapi yang ini tidak,” ujar Tonang dilansir dari laman UNS.
Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian RS UNS, dr Tonang Dwi Ardyanto menanggapi penantian masyarakat terkait vaksin virus corona atau Covid-19
Tonang menjelaskan, pasien yang terpapar virus ini baru diketahui setelah virus masuk ke Paru-paru, baru lah si pasien bergejala.
Kondisi ini kata dia, membuat pasien COVID-19 semakin cepat memburuk dan membuat tingkat keefektifan vaksin yang sudah diproduksi sebelum varian ini muncul menjadi berkurang.
“Nggak ketahuan dia (varian Delta) menyebar banyak sampai ke Paru-paru. Baru di Paru-paru menimbulkan gejala dan baru kerasa. Sehingga, orang mengatakan, ‘Kok sekarang cepat sekali memburuk ya?’ Ya, karena ketahuannya pas sudah masuk Paru-paru,” terang Tonang.
Ia memberikan imbauan agar masyarakat Kota Surakarta tidak perlu cemas berlebihan terhadap masuknya varian Delta ke Indonesia.
Hal ini ia ungkapkan sebagai bantahan atas pemberitaan dari beberapa media yang menyebut varian ini sudah masuk ke Kota Surakarta.
Padahal, fakta yang sebenarnya adalah varian Delta baru ditemukan pada pasien COVID-19 asal Kabupaten Kudus yang diisolasi di Asrama Haji, Donohudan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/2752021-virus.jpg)