Breaking News:

Ambon Hari Ini

Warga Ambon Tak Taat Prokes, Pemkot Akan Evaluasi Pembatasan Sosial

Pemkot Ambon akan kembali mengevaluasi pelaksanaan pembatasan sosial dalam upaya memutuskan mata rantai Covid-19.

TribunAmbon.com/Tanita
AMBON: Walikota Ambon, Richard Louhenapessy saat ditemui wartawan di Balai Kota Ambon, Kamis (18/3/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan kembali mengevaluasi pelaksanaan pembatasan sosial dalam upaya memutuskan mata rantai Covid-19.

Pasalnya, tingkat ketaatan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan semakin menurun.

"Masyarakat rasa COVID-19 sudah tidak ada lagi, sehingga dalam aktifitas mengabaikan prokes dan tentu bahaya sekali," kata Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Jumat (18/6/2021).

Baca juga: Jelang Pileg 2024, Rovik Akbar; Siapkan program Untuk Rebut Hati Rakyat Maluku

Baca juga: BMKG Imbau Warga Tehoru-Maluku Tengah di Pengungsian Agar Kembali ke Rumah

Lanjutnya, operasi kegiatan sosial akan dievaluasi kembali, sehingga tidak menimbulkan dampak merugikan bagi masyarakat.

“Fasilitas umum sudah dibuka karena itu kita akan evaluasi kembali, karena semua terkait kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Dia menambahkan, saat ini Pemkot Ambon telah menerapkan kebijakan pembukaan fasilitas umum termasuk memberikan kelonggaran bagi pelaku usaha.

"Contohnya swalayan dan aktifitas kuliner, awalnya batas waktu operasi usaha sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas maskimal 50 persen, tetapi saat ini kita berikan kelonggaran sehingga harus dievaluasi,” tambahnya.

Louhenapessy menjelaskan untuk evaluasi, Sekretaris Kota Ambon, AG Latuheru telah melakukan rapat awal.

Menyusul surat Gubernur Maluku, Murad Ismail mengarahkan untuk pembatasan secara mikro di seluruh Kabupaten dan Kota.

“Tahap awal Sekkot sudah rapat. Saya pada 18 Juni 2021 akan evaluasi untuk mengambil langkah yang lebih ketat lagi supaya masyarakat tidak dirugikan,” jelasnya.

Tercatat, secara keseluruhan Kota Ambon berada di zona orange, Jumat.
Total yang terinfeksi covid-19 di Ambon mencapai 147 jiwa dan suspek sebanyak 11 jiwa.

Jumlah terinfeksi terbanyak diduduki oleh Kecamatan Sirimau dengan total 64 jiwa positif dan kedua terbanyak yakni di Kecamatan Teluk Ambon Baguala sebanyak 36 jiwa terkonfirmasi Positif.

Disusul Kecamatan Nusaniwe sebanyak 30 jiwa terkonfirmasi Positif Covid-19. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved