Gempa Guncang Malteng
Update Terbaru Dampak Kerusakan Gempa Maluku Tengah: 224 Rumah Rusak, Paling Parah di Negeri Mahu
Berikut update terbaru data dampak kerusakan dari gempa Maluku Tengah yang terjadi Rabu (16/6/2021), siang kemarin.
Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar
TRIBUNAMBON.COM - Berikut update terbaru data dampak kerusakan dari gempa Maluku Tengah yang terjadi Rabu (16/6/2021), siang kemarin.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tengah masih terus mendata jumlah kerusakan rumah warga yang rusak akibat gempa 6,1 magnitudo di wilayah tersebut.
Kepala BPBD Maluku Tengah, Abdul Latif Key mengatakan, hingga Kamis (17/6/2021) sore ini jumlah rumah warga yang terdata mengalami kerusakan sebanyak 224 unit.
“Sampai sore ini ada sebanyak 224 unit rumah warga yang terdata mengalami kerusakan,” kata Latif kepada TribunAmbon.com, Kamis (17/6/2021).
Baca juga: Terlibat Kasus Korupsi, Mantan Kepala Cabang Bank Maluku Banda Naira Dituntut 1,6 Tahun Penjara
Baca juga: Gempa Guncang Maluku Tengah, BMKG Ambon: Potensi Tsunami Telah Berakhir
Dia menjelaskan, ratusan rumah itu rusak ringan hingga berat.
Katanya, kerusakan paling parah terjadi di Negeri Mahu dan Dusun Saunalu.
“Tapi, ini masih data sementara karena tim masih melanjutkan pendataan lagi,” kata dia.
Dia menjelaskan, maksud kerusakan parah yakni dinding rumah yang terbuat dari batu batako langsung roboh.
Tak hanya itu, lantai rumah dari tegel mengalami keretakan.
Sementara, rusak sedang berupa retak juga dialami pada dinding tembok beberapa rumah.
Seperti diberitakan, sejumlah warga memilih mengungsi ke lokasi ketinggian dan hutan lantaran rumah mereka mengalami kerusakan.
Selain itu, banyak warga juga yang mengungsi karena rumah mereka di pesisir pantai.
Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tengah mencatat, ada 7.227 warga bertahan di sejumlah lokasi pengungsian yang tersebar di beberapa desa.
Sedikitnya terdapat 17 titik pengungsian yang tersebar di Negeri Tehoru saat ini.
Tujuh belas titik itu diantaranya, terdapat tiga lokasi pengungsian di Dusun Mahu, 2 lokasi di Dusun Saju, empat lokasi di Dusun Pasalolu, dan 8 titik pengungsian di Negeri Tehoru.
Dari 17 titik pengungsian itu, terdata sebanyak 1.011 orang anak berusia 6-12 tahun dan balita 0-5 tahun sebanyak 634 orang, sementara sisanya merupakan lansia dan orang dewasa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/1662021-kerusakan-gempa.jpg)