Breaking News:

Gempa Guncang Malteng

Gempa Guncang Maluku Tengah, BMKG Ambon: Potensi Tsunami Telah Berakhir

Hal itu disampaikan Kepala Korbid Observasi BMKG Kota Ambon, Lutfy Pari saat dihubungi TribunAmbon.com melalui sambungan telepon.

Penulis: Ode Dedy Lion Aziz | Editor: Adjeng Hatalea
Kontributor TribunAmbon.com/Helmy
Kantor BMKG Stasiun Geofisika Kota Ambon 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ambon telah mencabut imbauan potensi tsunami akibat longsor ke/di bawah laut bagi masyarakat di sepanjang pantai Yaputih hingga Apiahu, Kecamatan Tehoru, Maluku Tengah.

Hal itu disampaikan Kepala Korbid Observasi BMKG Kota Ambon, Lutfy Pari saat dihubungi TribunAmbon.com melalui sambungan telepon.

“Sebelumnya BMKG menyatakan imbauan atau arahan terkait potensi tsunami di wilayah sepanjang pantai Japutih hingga pantai Atiahu. Namun sekarang potensi tsunami Maluku Tengah telah berakhir,” kata dia. Kamis, (17/6/2021) sore.

Dia mengatakan, berdasarkan hasil observasi, gempa bumi menyebabkan anomaly air yang membuat air laut naik setinggi 0, 5 meter.

Baca juga: Puluhan Mahasiswa Berhasil Kumpulkan Rp 3 Juta untuk Korban Gempa Malteng, Aksi Masih Berlanjut

Baca juga: Update Gempa Maluku Tengah: 7.227 Warga Mengungsi, Mereka Belum Dapat Bantuan

“Memang sebelumnya tidak ada potensi tsunami, namun melihat adanya aktivitas tektonik yang menyebabkan anomaly air, dapat memungkinkan terjadinya gelombang tinggi. Namun sekarang kondisi sudah normal kembali,” kata dia.

Meski demikian, dia tetap mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap waspada.

Sebelumnya, berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lokasi gempa berada di 3.39 Lintang Selatan dan 129.56 Bujur Timur.

Sementara pusat gempa berada di darat, tepatnya 7 km Timur Tehoru dan 58 km Baratdaya Kobisonta, Maluku Tengah.

BMKG juga mencatat intensitas kegempaan dengan skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang menunjukkan Tehoru, Masohi, Bula, Kairatu III MMI dan Kota Ambon II MMI.

Dalam laman websitenya BMKG menjelaskan, IV MMI dapat diartikan getaran dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela atau pintu berderik dan dinding berbunyi.

III MMI artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Sementara II MMI artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved