Breaking News:

Gempa Guncang Malteng

Pasca Gempa, Air Laut Sempat Surut di Tehoru-Maluku Tengah

Talud di pelabuhan Tehoru, Maluku Tengah pun jebol pascagelombang tersebut. Meski demikian, belum ada laporan resmi tinggi gelombang

Penulis: Salama Picalouhata | Editor: Fandi Wattimena
Grafis Tribunnews.com/Juna Putuhena
Ilustrasi Gempa 

Laporan wartawan TribunAmbon.com, Salama Picalouhata 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Air laut sempat surut dan muncul ombak berukuran kecil menghantam perahu di pinggir pantai, setelah gempa magnitudo 6,1 mengguncang Maluku Tengah.

Talud di pelabuhan Tehoru, Maluku Tengah pun jebol pascagelombang tersebut. Meski demikian, belum ada laporan resmi tinggi gelombang yang menghantam daratan.

Berdasarkan video warga yang didapat, air sempat surut dari garis pantai Tehoru.

Dalam video berikutnya, sejumlah warga terlihat panik dan mulai mengungsi ke hutan.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas I Ambon Herlambang Huda mengaku ada pembaruan data soal potensi tsunami pascagempa M 6,1 itu.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maluku mengeluarkan peringatan tsunami di sepanjang Pantai Yaputih sampai Pantai Apiahu, Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Seram, Maluku.

Peringatan itu dikeluarkan setelah gempa 6,1 SR terjadi, Rabu (16/6/2021) sekitar pukul 13.43 WIT.

Setidaknya, sudah dua gempa susulan pasca gempa kuat tersebut.

Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lokasi gempa berada di 3.39 Lintang Selatan dan 129.56 Bujur Timur. Sementara pusat gempa berada di darat, tepatnya 7 km Timur Tehoru dan 58 km Baratdaya Kobisonta, Maluku Tengah.

Baca juga: Gempa Maluku Tengah Tak Berpotensi Tsunami, BMKG Minta Warga Tidak Panik dan Jauhi Pantai

Halaman
12
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved