Breaking News:

Pemalsuan Rapid Tes

Tiga Warga Namlea - Pulau Buru Ditangkap, Diduga Sindikat Pemalsuan Surat Rapid Antigen

Menurut Kapolres Pulau Buru, AKBP Egia Febri Kusumawiatmaja, penangkapan dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat.

TribunAmbon.com/ Andi Papalia
Rilis kasus pemalsuan surat rapid tes antigen di Mapolres Pulau Buru, Jumat (11/6/2021) 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Tiga orang warga Kota Namlea, Kabupaten Buru, Maluku ditangkap aparat Kepolisian Rosert (Polres) Pulau Buru, lantaran diduga membuat surat keterangan negatif rapid tes antigen palsu, Rabu (9/6/2021).

Ke-3 terduga pelaku dugaan pemalsuan rapid tes antigen, yakni SS, IS dan SM.

Menurut Kapolres Pulau Buru, AKBP Egia Febri Kusumawiatmaja, penangkapan dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat.

"Adanya Informasi yang beredar di masyarakat, terkait praktek pembuatan Surat Hasil Rapid Tes Antigen yang tidak sesuai dengan ketentuan (Antigen Palsu)," kata Kusumawiatmaja saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Mapolres Pulau Buru, Jumat (11/6/2021) sore.

Dia menjelaskan, dari hasil penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti, diantaranya surat rapid tes antigen palsu, dua unit laptop, dua unit printer, empat unit handpone, tiga lembar KTP,  uang tunai Rp 9.800.000 rupiah.

Sementara itu, modus yang dijalankan, yakni dengan cara menawari calon pelaku perjalanan surat keterangan negatif rapid antigen tanpa mengikuti tes.

Baca juga: Travel Penyedia Hasil Rapid Antigen & GeNose Palsu di Ambon Ramai Pengunjung Satu Bulan Terakhir

Baca juga: DPRD Teruskan Berkas Usulan PAW Wellem Wattimena ke Gubernur

Lanjutnya, untuk surat rapid test antigen dipatok Rp 250 sampai Rp 300 ribu.

“Modus operandinya, bahwa setiap pasien pembuatan Antigen maupun Rapid Tes yang melalui pemeriksaan maupun tidak, diberikan Fee sebesar Rp. 50.000 ribu," terangnya.

Atas perbuatan mereka, dijerat dengan Pasal 263 ayat (1) KUHP Junto Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHP dengan ancaman pidana 6 Tahun penjara.

“Ancaman hukuman 6 tahun penjara,” tandasnya (*)

Penulis: Andi Papalia
Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved