Pemalsuan Rapid Tes
Travel Penyedia Hasil Rapid Antigen & GeNose Palsu di Ambon Ramai Pengunjung Satu Bulan Terakhir
Travel Leparissa Noval Chaur, penyedia surat hasil negatif Rapid Antigen palsu ramai pengunjung dalam satu bulan terakhir.
Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Travel Leparissa Noval Chaur, penyedia surat hasil negatif Rapid Antigen dan GeNose palsu ramai pengunjung dalam satu bulan terakhir.
Menurut pengakuan pemilik toko yang bersebelahan dengan jasa penjualan tiket pesawat itu, baru satu bulan terakhir pengunjung meningkat.
Bahkan, layanan kerja dibuka hingga pukul 21.00 Wit, padahal tidak biasanya seperti itu.
“Iya buka sampai jam 21.00 Wit, ramai sekarang,” ujar Kasman kepada TribunAmbon.com, Sabtu (29/5/2021) siang.
Baca juga: Modus Korupsi Baju Linmas Satpol PP Bursel, Mark Up Harga Baju Dari Rp 70 Juta Jadi Rp 200 Juta
Baca juga: Kapal Penumpang Rute Ternate Tujuan Sanana Terbakar di Perairan Pulau Limafatola
Lanjutnya, dirinya tidak pernah menaruh curiga akan praktek pembuatan surat hasil negatif Rapid Antigen dan GeNose palsu.
Namun, sempat saat akan mudik lebaran, Kasman pernah ditawari surat keterangan negatif tanpa melalui tes apapun oleh salah seorang pegawai travel.
“Sempat ditawari, tapi saya menolak karena takut bermasalah saat di bandara,” jelasnya.
Kasman sendiri baru mengetahui aparat menggrebek travel itu, dari tukang parkir dan berita dari sejumlah media.
“Sempat dipasangi garis polisi, tapi sudah dilepas,” ujarnya.
Setelah kejadian penangkapan, hingga kini travel itu belum pernah dibuka.
“Tutup terus, tidak tau kemana,” tandasnya.
Diberitakan, enam orang pelaku ditangkap sejumlah abrang bukti.
Diantaranya, uang tunai Rp 14.7000.000, satu unit laptop, tiga unit komputer, sebuah printer dan sebuah cap stempel.
Ke-6 pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka yakni, Yakni, R (26), M (38), H (34), S (40), R (49) serta seorang perempuan berinsial H (40).
Dari hasil penyidikan, diketahui modus yang dijalankan, yakni dengan cara menawari warga yang membeli tiket pesawat untuk mendapatkan surat rapid antigen dan GeNose tanpa mengikuti tes.
Untuk layanan surat hasil negatif rapid test antigen dipatok Rp 200 ribu sedangkan hasil negatif GeNose dibandrol Rp 50.000. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/rapid-antigen-palsu.jpg)