Breaking News:

Maluku Terkini

Doni Monardo Hubungi Gubernur Minta Awasi Pembangunan Rumah Terdampak Gempa Maluku

Doni Munardo menghubunginya melalui sambungan telepon. Kemudian mengingatkan untuk terus mengawasi pembangunan rumah terdampak gempa 6,5 SR

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Fandi Wattimena
Courtesy / Humas Pemda Maluku
MALUKU: Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Murad Ismail dan Barnabas Orno di Rapat Koordinasi (Rakor) Pemantauan dan Evaluasi Terpadu Perbaikan Rumah Rusak Akibat Bencana Gempa Bumi Tahun 2019 di Provinsi Maluku yang berlangsung di lantai VI Kantor Gubernur, Kamis (10/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo masih menaruh perhatian terhadap korban gempa di Maluku.

Hal itu diungkapkan, Gubernur Maluku, Murad Ismail saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pemantauan dan Evaluasi Terpadu Perbaikan Rumah Rusak Akibat Bencana Gempa Bumi Tahun 2019 di Provinsi Maluku yang berlangsung di lantai VI Kantor Gubernur, Kamis (10/6/2021).

Kata Gubernur, Doni Munardo menghubunginya melalui sambungan telepon. Kemudian mengingatkan untuk terus mengawasi pembangunan rumah terdampak gempa 6,5 SR di Provinsi Maluku pada 2019 yang menghancurkan ribuan rumah.

"Setelah dana dikucurkan ke Maluku, saya di telepon sama Pak Doni Monardo (Kepala BNPB RI). Beliau meminta agar pelaksanaan pembangunan rumah terdampak gempa benar-benar diawasi," kata Murad, Kamis.

Untuk itu, Murad kemudian mengingatkan kembali Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku ketat mengawasi pembangunan rumah bagi para korban gempa itu.

"Jadi saya juga ingatkan kepada BPBD agar dilaksanakan sesuai dengan apa yang BNPB minta," ungkapnya.

Diketahui, setelah dihubungi, Rakor ini akhirnya dibuat sebagai suatu upaya rekonsiliasi dan perencanaan, sehingga harus memberi dampak nyata yang dilakukan dengan terarah, cepat dan secara langsung ditempati oleh masyarakat terdampak bencana.

Pada kesempatan itu, mantan Kakor Brimob Polri itu merincikan data kerusakan rumah yang sudah di evaluasi Pemerintah Daerah.

"Dari hasil evaluasi, terdapat 17.146 unit rumah yang mengalami kerusakan setelah gempa," jelasnya.

Baca juga: Lantik Saniri Sejumlah Negeri di Ambon, Hadler; Warga Ikuti & Awasi Kinerja

Baca juga: Ratusan Ikan Mati Mendadak di Teluk Ambon, Tipawael Menduga Akibat Limbah PLTD Hative Kecil

Ia menerangkan, kerusakan ini mencakup rusak berat, sedang dan ringan pada tiga wilayah terdampak yakni, Kota Ambon, Kabupaten Malteng dan Kabupaten SBB.

Lanjutnya, total rumah yang mengalami kerusakan di Kabupaten Malteng berjumlah 14.366 unit. Dengan rincian, rusak berat sebanyak 1.250 unit, sedang 2.206 unit dan ringan 10.910 unit.

Sementara untuk Kabupaten SBB, rumah yang mengalami kerusakan berjumlah 1.326 unit, dengan rincian, rumah rusak berat sebanyak 263 unit, sedang 400 unit, ringan 662 unit.

Terakhir, untuk Kota Ambon, rumah yang mengalami kerusakan sebanyak 1.454, dengan rincian, rumah rusak berat sebanyak 284 unit, sedang 343 unit dan ringan 827 unit. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved