Breaking News:

Kasus Korupsi di Maluku

Sidang Kasus PLTG Namlea, Saksi dari PLN Sebut Tak Tahu Tanah Ferry Tanaya Hak Erfpacht

Pegawai PLN, Rusmin mengaku tidak tahu tanah milik Ferry Tanaya yang dibeli untuk pembangunan PLTMG Namlea itu merupakan tanah hak erfpacht.

TribunAmbon.com/Tanita
MALUKU: Proses sidang kasus tindak pidana korupsi (tipikor) pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Namlea, Ferry Tanaya di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (4/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sidang kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Namlea Kabupaten Buru, Provinsi Maluku kembali menghadirkan saksi dari PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Maluku-Maluku Utara.

Pegawai PLN, Rusmin mengaku tidak tahu tanah milik Ferry Tanaya yang dibeli untuk pembangunan PLTMG Namlea itu merupakan tanah hak erfpacht.

Dihadapan majelis hakim, Pasti Tarigan, saksi Rusmin baru mengetahui status tanah erfpacht setelah diberitahu Jaksa Penyidik.

"Setelah diperiksa, baru saya tau ini tanah erfpacht. Waktu diperiksa baru diberitahu jaksa penyidik," kata Rusmin kepada Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Ambon, selasa (8/6/2021) siang.

Selaku penanggung jawab, saksi diberitahukan tanah tersebut milik Ferry Tanaya.

Nomor peta lokasi yang diberikan Badan Pertahanan Negara (BPN) juga menunjukan tanah tersebut milik terdakwa Ferry Tanya dan ditandatangani oleh terdakwa Abdul Gafur.

"Ada nomor peta bidang itu yang tanda tangan itu agl selaku kasi pengukuran," sebut saksi.

Sementara itu, saksi dari PT. PLN lainnya, Ilham Sihab mengatakan, pembayaran dilakukan bersama dengan tim di Kantor Camat Desa Namlea.

Ferry Tanaya hadir bersama dengan saksi lainnya.

Halaman
12
Penulis: Tanita Pattiasina
Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved