Breaking News:

MAluku Terkini

Ketua DPD Partai Golkar Buru, Rum Soplestuny Dukung Tambang Gunung Botak Dibuka Secepatnya

Ketua DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Buru, M. Rum Soplestuny mendukung tambang emas gunung botak secepatnya dibuka.

Andi Papalia
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Buru, M. Rum Soplestuny. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Buru, M. Rum Soplestuny mendukung tambang emas gunung botak secepatnya dibuka.

Dukungan ini disampaikan Soplestuny saat memberikan sambutan pada Pelantikan Pengurus DPD II Partai Golkar Kabupaten Buru di Aula Kantor Bupati, Senin (7/6/2021).

"Demi kesejahteraan masyarakat, maka harus secepatnya tambang emas gunung botak dibuka," ujar Soplestuny.

Dia menyebut, DPD II Partai Golkar Kabupaten Buru sangat mandukung pembukaan pertambangan emas di Gunung Botak.

"Demi mensejahterakan rakyat dan meningkatkan pendapatan daerah maupun masyarakat, maka harus dibuka," tuturnya.

Katanya, wacana membuka kembali lokasi penambangan emas itu akan dibahas dalam Rakerda Partai Golkar.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buru itu, memastikan mendukung segala investasi yang ada di Kabupaten Buru.

Baca juga: Oknum Polisi di Maluku Terciduk Sedang Tidur dengan Istri Orang, Kini Tengah Jalani Pemeriksaan

Baca juga: Jasa Raharja Serahkan Santunan Rp. 50 Juta Ke Ahli Waris Korban Kecelakaan Alm Dominggus Pattipeiruh

"Yang pastinya, kami mendukung investasi-investasi  yang ada di Kabupaten Buru," ujarnya.

Seperti diberitakan, aktifitas penambang liar kembali marak terjadi di tambang yang telah ditutup 2017 silam itu.

Akibatnya, berbagai persoalan muncul, mulai dari masalah pencemaran lingkungan hingga kriminalitas, termasuk persoalan ekonomi masyarakat.

Selain itu, Tokoh Adat Pulau Buru  memberlakukan larangan adat (sasi) di lokasi tambang emas ilegal Gunung Botak, Desa Kayeli, Kecamatan Teluk Kayeli, Kabupaten Buru.

Sasi itu dimaksudkan untuk mencegah kembalinya aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI) emas di kawasan tersebut. (*)

Penulis: Andi Papalia
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved