Breaking News:

Maluku Terkini

DPRD Sebut Pengerjaan Trotoar Pakai Dana Pinjaman SMI Tak Maksimal

Dia mengatakan, sebelum adanya proses revitalisasi tidak pernah ada kasus kejadian orang jatuh terpleset di trotoar.

TribunAmbon.com/Mesya
MALUKU: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, Alimudin Kolatlena saat diwawancarai, Rabu (2/6/2021) sore. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, Alimudin Kolatlena menyebutkan, proyek pengerjaan revitalisasi Trotoar City of Music menggunakan dana pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur Persero (SMI) itu tidak maksimal.

Dia mengatakan, sebelum adanya proses revitalisasi tidak pernah ada kasus kejadian orang jatuh terpleset di trotoar.

Tapi setelah trotoar tersebut direvitalisasi dengan menggunakan ubin yang licin, akhirnya terus memakan korban pengguna trotoar.

"Entah kendaraan yang melintas maupun orang pengguna jalan semuanya jatuh. Itu berarti akibat penggunaan ubin yang tidak sesuai pada trotoar," kata Alimudin Kolatlena kepada wartawan di Balai Rakyat Karang Panjang Ambon, Rabu (2/6/2021) sore.

Untuk itu, ia mendorong agar Komisi III DPRD Maluku dapat melakukan fungsi pengawasannya secara lebih ketat terhadap pengunaan dana SMI untuk pembangunan infrastruktur di Maluku.

Baca juga: DPRD Minta Pemkot Ambon Perhatikan Jalur Penerangan di Nusaniwe

Selain itu, masyarakat sebagai pengguna pun juga berhak atas itu, sehingga harus turut mengontrol.

"Ini bisa menjadi catatan evaluasi untuk Pemerintah Provinsi Maluku, dinas terkait  dan juga kontraktor-kontraktor yang bekerja di lapangan supaya bisa memperhatikan hal itu," imbaunya.

Menurutnya, dengan dilakukan hal tersebut dapat berpengaruh terhadap program yang berjalan dan yang direncanakan bisa efektif dan efisien serta tepat sasaran untuk kepentingan masyarakat Maluku.

"Banyak sekali proyek-proyek dari dana SMI yang tidak dikerjakan secara maksimal sampai pada hari ini," ungkapnya.

Menurutnya, hingga saat ini banyak sekali pengerjaan proyek infrastruktur menggunakan dana SMI yang tersebar di Maluku ini tengah meninggalkan banyak masalah.

Dia menyebutkan, selain trotoar, pembangunan talud di beberapa daerah juga terancam ambruk.

"Seperti pembangunan talud di Kecamatan Werinama, Seram Bagian Timur (SBT) yang pengerjaannya sudah selesai tapi malah terancam ambruk," tandasnya.

Penulis: Mesya Marasabessy
Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved