Kuti Kata Maluku
Kuti Kata; Laeng Kase Inga Laeng
Ini nasehat yang mengingatkan agar "jang bakanjang deng dosa" (=jangan bergaul erat dengan dosa)
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - "Bale tempo, jang aer su di batang leher baru barnang bakabas" (=kembalilah, jangan menunggu sudah sulit baru berusaha).
Ini nasehat yang mengingatkan agar "jang bakanjang deng dosa" (=jangan bergaul erat dengan dosa), melainkan "angka tobat tempo" (=segeralah bertobat).
Artinya "ada kuat babae nih loko bale, jang su hela baru inga par bale lai jalang su pende" (=selagi masih kuat, bertobatlah, jangan menyesal kemudian waktu dan sudah tidak ada kesempatan lagi).
Nasehat tentang hidup selalu mengingatkan kita "biking apapa tuh takotang Tuhan sadiki" (=melakukan sesuatu itu harus takut Tuhan).
Baca juga: Kuti Kata; Ungkel
Baca juga: Kuti Kata; Kas Ampong
Nasehat itu mengajari kita pula untuk "jang cari salamat sandiri" (=jangan mencari keselamatan sendiri), dan "jang kas tinggal sudara batonar dosa" (=jangan biarkan saudara hidup dalam kubangan dosa).
"Kas' inga, lebe lai angka dia kas' kaluar dar' akang dosa tuh" (=ingatkan, bila perlu angkat dia keluar dari dosa itu).
"Laeng kas' inga laeng" merupakan sifat yang dianjurkan, dan sifat ini didasari pada keyakinan "ada waktu par bale" (=ada waktu untuk bertobat), dan salah satu cara agar seseorang "angka tobat" adalah "kas' inga dia" (=ingatkan dia). Ini salah satu bukti bahwa "katong tar hidop par sanang sandiri" (=kita tidak hidup untuk senang sendiri).
"Kas' inga" itu penting sebab kadang "tobat, la bale biking lai. Istobat jua" (=bertobat, tetapi melakukan kesalahan lagi. Sungguh heran).
Manusia kadang lupa, dan kadang juga "pura-pura lupa" atau "biking-biking" (=berpura-pura dengan kata dan tindakannya), padahal kemudian waktu "manyasal par sa'ika" (=semuanya menyesal).
Sebagian lagi ada yang suka "maeng-maeng deng Tuangallah lai" (=mempermainkan Tuhan juga), malah beranggapan "biking saja, Tuhan tar ada" (=berbuat dosa saja, Tuhan tidak ada).
Baca juga: Kuti Kata; Jang Balayar Deng Orang Pung Layar
Karena itu penting "laeng kasih inga laeng" (=saling mengingatkan), sebab "awas jang kira Tuhan lanjar, la slak bagini peper" (=awas, jangan mengira Tuhan membiarkan, suatu ketika terlepas dari genggaman Tuhan), bila itu terjadi "mau manyasal lai aer su maso idong, kabangkalang slak par slak" (=menyesal lagi sudah sangat terlambat).
"Jadi kalu su dapa jalang bale, bale jua tuang hati jantong e" (=jika sudah menemukan jalan kembali/bertobat, bertobatlah kekasih jantung hati).
Kita biasa juga "anggap enteng" nasehat, lalu menuduh orang yang menasehati kita "biking diri parsis malekat sorga" (=berlaku seperti malaikat dari surga), bukannya bersyukur dinasehati.
Karena itu, kini kita dinasehati "laeng musti kas' inga laeng" (=saling mengingatkan), lalu "bale capat" (=segeralah bertobat).
Salamat konci bulang lima (Selamat mengakhiri bulan Mei)
#Elifas Tomix Maspaitella
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/anak-diingatkan.jpg)