Breaking News:

Ambon Hari Ini

Marcus Pattinama Janji Bangun Jalur Disabilitas di Gong Perdamaian

Dia menyampaikan hal tersebut usai mendengar aspirasi seorang penyandang disabilitas dalam talkshow di acara Manasuka Peace Fest 2021.

Penulis: Ode Dedy Lion Aziz | Editor: Salama Picalouhata
Dedy Azis
Kepala Dinas Pariwisata Maluku, Marcus J. Pattinama saat menghadiri Manasuka Peace Fest 2021, Sabtu (29/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Dinas Pariwisata Maluku, Marcus J. Pattinama berjanji membangun jalur pedestrian untuk kaum disabilitas di Gong Perdamaian, Kota Ambon.

Dia menyampaikan hal tersebut usai mendengar aspirasi seorang penyandang disabilitas dalam talkshow di acara Manasuka Peace Fest 2021.

"Saya kira jalur pedestrian kaum disabilitas itu penting dan sebagai langkah awal nanti akan kita buat di sekitar monumen gong perdamaian ini," ujar Marcus J. Pattinama, Kepala Dinas Pariwisata Maluku kepada TribunAmbon.com. Sabtu (29/5/2021).

Baca juga: Modus Korupsi Baju Linmas Satpol PP Bursel, Mark Up Harga Baju Dari Rp 70 Juta Jadi Rp 200 Juta

Baca juga: Tumpukan Sampah di Namlea Tak Diangkut, Mulai Keluarkan Aroma Busuk

Dia melanjutkan, pembangunan jalur disabilitas tentunya tidak akan mengurangi keindahan monumen tersebut.

"Kami akan buat namun, tentunya tidak akan mengganggu estetika dari monumen itu sendiri," kata dia.

Sebelumnya, seorang perempuan penyandang disabilitas bernama Maria Thenu meminta pemerintah kota Ambon menyediakan jalur pedestrian untuk penyandang disabilitas di Kota Ambon.

Perempuan yang sehari-harinya berprofesi menjadi guru paud itu mengaku, kerap mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan di ditengah aktifitas di kota berjuluk manise itu.

"Saya sangat prihatin dengan kaum disabilitas di Maluku ini, karena kebanyakan kami ini selalu disudutkan," kata dia.

Dia pun menceritakan pengalaman pribadinya mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan saat mengantri di salah satu bank swasta di Kota Ambon.

"Saya pernah mengantri di salah satu bank swasta di Ambon, ketika saya sudah berada di depan, security menyuruh saya kebelakang dengan alasan karena saya bertingkat," ujar Maria.

Bahkan ia mendapat penolakan hingga 9 kali, hanya karena ia bertongkat.

"Kami penyandang disabilitas seharusnya mendapat perlakuan yang sama, kami juga bagian dari bangsa ini, bagian dari masyarakat Kota Ambon," kata dia. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved