Breaking News:

Pemalsuan Rapid Tes

Polisi Bongkar Bisnis Surat Rapid Antigen & GeNose Palsu, Dinkes Maluku Segera Koordinasi

Kadis mengaku baru mengetahui aksi pemalsuan surat hasil tes yang melibatkan oknum tenaga kesehatan (Nakes) yang berstatus ASN itu.

Dedy Azis
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dr. Meikyal Pontoh saat ditemui di kantornya, Karang Panjang, Ambon, Rabu (17/3/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku memastikan segera berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku menyikapi terbongkarnya bisnis penyediaan hasil negatif Rapid Antigen dan Genose palsu.

Hal itu diungkapkan Kadinkes dr. Meikyal Pontoh. Menurutnya, Dinkes akan fokus upaya pencegahan agar kasus serupa tidak terulang lagi.

"Tuk selanjutnya kita akan bicarakan dengan satgas tentang upaya pencegahan agar masalah seperti ini tdk terulang lagi," kata Pontoh kepada TribunAmbon.com, Sabtu (29/5/2021) pagi.

Kadis mengaku baru mengetahui aksi pemalsuan surat hasil tes yang melibatkan oknum tenaga kesehatan (Nakes) yang berstatus ASN itu.

Baca juga: Narendra Bantah Para Tersangka Bisnis Surat GeNose Palsu Adalah Pegawai Angkasa Pura I Ambon

Baca juga: Pelaku Pemalsuan Surat Rapid Antigen dan Genose di Ambon Telah Bersatus Tersangka

Sanksi tegas pun akan diberikan kepada oknum nakes jika terbukti bersalah dalam bisnis tersebut.

"Yang pasti akan ada sanksi apa lg selaku ASN dan nakes," kata Kadinkes.

Dari hasil pemeriksaan, enam pelaku akhirnya ditetapkan sebagai tersangka, Jumat (28/5/2021) malam.

Yakni, R (26), M (38), H (34), S (40), R (49) serta seorang perempuan berinsial H (40).

“Jadi dari enam ini ada satu orang kesehatan dia PNS di Puskesmas, inisialnya H (40),” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Maluku, Kombes Pol Sih Harno, Jumat.

Dua tersangka lainnya, R (26) dan M (38) adalah petugas trolley yang merupakan pengelola layanan GeNose C-19 di Bandara Pattimura Ambon.

Lainnya yakni R (49) dan H (34) merupakan pegawai travel di Jalan AY Patty dan S (40) merupakan karyawan rental komputer.

Dia menjelaskan, dari hasil penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti, diantaranya uang tunai Rp 14.7000.000, satu unit laptop, tiga unit komputer, sebuah printer dan sebuah cap stempel.

Sementara itu, modus yang dijalankan, yakni dengan cara menawari warga yang membeli tiket pesawat untuk mendapatkan surat rapid antigen dan GeNose tanpa mengikuti tes.

Untuk layanan surat hasil negatif rapid test antigen dipatok Rp 200 ribu sedangkan hasil negatif GeNose dibandrol Rp 50.000. (*)

Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved