Breaking News:

Vaksinasi Covid 19

Vaksinasi Dikebut Jadi 1 Juta Per Hari, Alur Vaksinasi akan Disederhanakan

Penyederhanaan dimaksudkan agar proses vaksinasi lebih efisien dan efektif, sehingga mampu mengurangi potensi kerumunan.

Adjeng Hatalea
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 massal di Tribun Lapangan Merdeka, Jalan Slamet Riyadi, Sirimau, Kota Ambon. 

TRIBUNAMBON.COM -  Wakil Menteri Kesehatan RI dr Dante Saksono Harbuwono menegaskan vaksinasi Covid-19 terus dikebut. Pascalebaran cakupan vaksinasi akan dikejar mencapai 1 juta per hari.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyederhanakan meja vaksinasi yang sebelumnya empat meja menjadi dua meja.

Penyederhanaan dimaksudkan agar proses vaksinasi lebih efisien dan efektif, sehingga mampu mengurangi potensi kerumunan akibat dari waktu tunggu yang lama.

Baca juga: Alat dari Jogjakarta Sudah Tiba 4 Hari Lalu, Baru Satu Traffic Light di Namlea yang Diperbaiki

Baca juga: Sudah Lengkapi Dokumen, Kejari Buru Kembalikan Empat Mobil Dinas Milik Pemda Bursel

Koordinator Substansi Imunisasi Asik Surya memaparkan, dalam alur vaksinasi sekarang hanya terbagi dalam dua meja yakni meja 1 untuk screening dan vaksinasi serta meja 2 untuk pencatatan dan observasi.

Ruang tunggu digunakan untuk menunggu sasaran yang datang. Di ruang tunggu ini akan ada petugas mobile yang akan melakukan pengecekan sasaran melalui pedulilindungi.id dan membagikan kertas kendali yang harus diisi oleh sasaran.

Setelah dari ruang tunggu, selanjutnya peserta menuju meja 1. Di meja ini, setelah sasaran menjalani skrining kesehatan dan dinyatakan layak menerima vaksin, maka dapat langsung diberikan vaksin di meja tersebut.

Baca juga: Kejari Buru Kembali Selamatkan Keuangan Negara Rp 63 Juta, Bersumber Dari Wajib Pajak

Petugas selanjutnya harus mengisi hasil dari skrining dan vaksinasi di kertas kendali.

“Ketika peserta sudah lolos skrining itu bisa langsung diberikan vaksin di meja tersebut, jadi tidak perlu pindah-pindah,” kata Asik dalam Sosialisasi Penyederhanaan Alur Pelayanan Vaksiansi Regional Tengah kemarin.

Sementara di meja 2, petugas harus menginput kertas kendali ke dalam P-care, observasi serta cetak kartu vaksinasi.

Penyederhanaan alur ini memiliki banyak kelebihan diantaranya mempermudah sasaran karena meja yang harus dilalui lebih sedikit, pengopreasian P-Care jauh lebih mudah karena hanya memakai 1 user serta mengurangi adanya penumpukan sasaran.

Plt Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Prima Yosephine menambahkan, penyederhanaan alur ini telah diujicoba di 4 provinsi diantaranya DKI Jakarta, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Utara.

“Mekanisme pelayanan alur vaksinasi dengan model 2 meja ini bisa mulai dilakukan pada 3 Mei 2021 dengan masa transisi selama 2 minggu,” imbuhnya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung menilai stok vaksin Covid-19 saat ini masih belum dapat membuat rasa tenang.

Dengan jumlah masyarakat yang harus divaksin minimal 181 juta orang untuk mencapai kekebalan kawanan (herd immunity), maka dibutuhkan stok vaksin sejumlah 362 juta untuk 2 kali penyuntikan tiap orang.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved