Breaking News:

Kuti Kata Maluku

Kuti Kata; Skrek Tar Bae Paskali

Kata "tar bae" (=tidak baik) di sini tidak berarti jelek/buruk, tidak baik, melainkan semacam penegasan

Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Pdt. Elifas Tomix Maspaitella
Bocah bermain di rumah 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - "Beta skrek tar bae paskali" (=saya benar-benar heran sekali). Ini adalah bentuk reaksi keheranan/kekaguman ketika seseorang mampu melakukan suatu hal yang "katong tar abis pikir" (=di luar perkiraan kita).

Kata "tar bae" (=tidak baik) di sini tidak berarti jelek/buruk, tidak baik, melainkan semacam penegasan bahwa memang "skrek" (=kaget, heran), semacam tingkatan rasa tertentu yang tidak seperti biasanya.

Sikap itu biasa muncul bila "seng sangka kata dia bisa bicara bagus" (=tidak menyangka dia bisa fasih berbicara), "macang aer sa" (=seperti aliran air ~ ungkapan ini menerangkan orang yang fasih berbicara).

Hal itu "biking skrek tar bae paskali" karena "dolo-dolo tar bisa bicara paskali, pamalu, ausu/tasisi" (=dulu tidak bisa berbicara, karena pemalu, suka menyendiri). Itu alasan "skrek tar bae paskali".

Baca juga: Kuti Kata; Mau Takotang

Baca juga: Kuti Kata; Kas Ampong

"Skrek tar bae paskali" juga menerangkan kekaguman yang luar biasa "sampe nganga sa, seng bisa bicara apapa paskali" (=hanya bisa melihat, tanpa bisa bicara sepata kata pun).

Misalnya, ada orang yang "tado-tado dalang rumah" (=suka mengurung diri dalam rumah) "skrek bagini, su tambus soldadu" (=tanpa diduga, sudah berhasil menjadi tentara/polisi).

"Satu lai tuh, kajahatang biji ruku, mar skrek lai su jadi pandita/guru/ustadz/mohdin" (=seorang anak yang itu, jahatnya minta ampun, tetapi tiba-tiba sudah menjadi pendeta/guru/ustadz/mohdin).

"Pikir tar abis paskali" (=tidak habis pikir). Itu juga alasan "skrek tar bae paskali".

Namun, reaksi itu merupakan wujud rasa bangga. Adakalanya seorang guru, tiba-tiba bertemu dengan mantan siswanya yang terkenal bandel, tetapi dia sudah menjadi seorang yang "pung pangkat" (=punya pekerjaan/jabatan), dan rasa kagum itu ia rasakan dalam bentuk "skrek tar bae paskali".

Baca juga: Kuti Kata; Makanang Kasiang

Baca juga: Kuti Kata; Biking Apapa Tuh Jang Iko Suka

Jadi ada orang-orang yang mungkin di luar ekspektasi orang banyak, tetapi "skrek bagini su jadi orang bae" (=tanpa sadar sudah menjadi orang baik/berhasil). Reaksi "skrek" itu selalu diikuti oleh doa "sio, karja babae e" (=kerja yang baik ya) atau "Tete Manis sayang, karja babae ale tuang" (=Tuhan sayang, kerja yang baik ya nyong/nona).

Jadi ada harapan banyak orang pada pribadi-pribadi yang telah berhasil, sehingga kekaguman itu sekaligus "biking hati sanang" (=menyenangkan hati) karena mereka pernah membentuk kita.

Yang suka "biking skrek tar bae paskali" itu orang-orang yang mengalami perubahan secara luar biasa, menjadi orang baik.

#Elifas Tomix Maspaitella (Eltom)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved