Global

Covid-19 India Menjalar ke Desa, Penduduk Beralih ke Klinik Ilegal

Gelombang kedua virus corona memukul parah India sehingga membebani sistem kesehatannya, bahkan di kota-kota besar.

Editor: Adjeng Hatalea
(AP PHOTO/RAJESH KUMAR SINGH)
India melaporkan lebih dari 200.000 kasus virus corona baru, pada Kamis (15/4/2021), dengan 14 juta secara keseluruhan terinfeksi, dan semakin intensif membebani sistem perawatan kesehatan yang rapuh. 

PARSAUL, TRIBUNAMBON.COM - Gelombang kedua virus corona memukul parah India sehingga membebani sistem kesehatannya, bahkan di kota-kota besar.

Seorang pejabat pemerintah melaporkan wabah Covid-19 India telah stabil di beberapa bagian negara.

Tetapi, kematian meningkat 4.194 pada Sabtu (22/5/2021). Infeksi diyakini telah menyebar di daerah pedesaan di mana layanan kesehatan publik langka dan sudah melampaui batas.

Menurut laporan Reuters fasilitas medis pedesaan India bobrok. Sedikit dokter serta perawat yang bekerja di lapangan.

Artinya banyak klinik dijalankan oleh orang-orang yang tidak memiliki pelatihan.

Seperti yang ditemukan di desa Parsaul, sekitar 60 km (40 mil) dari ibu kota New Delhi.

Reuters menemukan seorang mantan pekerja rumah sakit India, yang tanpa pendidikan medis, menjalankan sebuah klinik kecil tanpa izin.

Dia merawat pasien yang kesulitan bernapas, dan memeriksa kadar oksigen pasien saat mereka berbaring di ranjang anyaman bambu.

Mantan asisten rumah sakit, yang hanya diketahui berusia 52 tahun tersebut, pindah dari satu ranjang ke ranjang lain.

Dia untuk memeriksa tingkat IV. Sementara kantong infus yang kosong menumpuk di bawah tangga berdinding bata.

"Pasien dengan demam dan masalah pernapasan telah meningkat dalam dua bulan terakhir," kata mantan asisten tersebut.

Dia mengaku telah membantu pasien di kliniknya sejak 1993.

Tetapi dia tidak ingin menyebutkan namanya, karena takut mendapat reaksi keras dari pihak berwenang.

"Orang-orang dari enam atau tujuh desa terdekat mengenal saya secara pribadi dan memercayai saya." Beberapa pasien mengenakan masker wajah saat berbaring di ranjang anyaman klinik ilegal itu.

Sementara yang lain menutupi wajah dengan pakaian. Ashok, seorang penduduk desa datang ke klinik ilegal itu bersama pasien yang demam.

Baca juga: Hari Ini, Tarif Parkir Baru Kota Ambon Mulai Berlaku

Baca juga: Hampir 40 Ribu Warga Kota Ambon Sudah Vaksinasi Covid-19 Tahap II

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved