Breaking News:

Ambon Hari Ini

THR Buruh Sapu Jalanan Belum Dibayarkan, Ini Penjelasan DLHP Kota Ambon

Ia mengatakan bukan hanya mereka saja yang belum mendapat THR, banyak juga pekerja lepas buruh harian dari dinas teknis lain.

Penulis: Ode Dedy Lion Aziz | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbom.com/Fandy
AMBON: Pasukan Kuning sigap memersihkan sampah akibat luapan Air di Ongkoliong, Minggu (16/5/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan, Lucia Izaak angkat bicara terkait keluhan buruh sapu jalanan atas belum dibayarkannya tunjangan hari raya (THR) hingga kini.

Kepada TribunAmbon.com, Izaak menyatakan penganggaran THR buruh harian lepas bukan merupakan wewenang dari Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP).

Ia mengatakan bukan hanya mereka saja yang belum mendapat THR, banyak juga pekerja lepas buruh harian dari dinas teknis lain.

"THR buruh sampah sama dengan pekerja buruh lepas harian di Dinas Teknis lain seperti PUPR sama belum mendapatkan THR," ujar Lucia Kepada TribunAmbon.com saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (19/5/2021) pagi.

"Penganggarannya tidak di DLHP ya," imbuhnya.

Lucia menjelaskan, aturan pemberian THR kepada pekerja atau buruh telah tertuang dalam  Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021. Dalam aturan tersebut diatur tentang Pengupahan.

Selain itu, Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Diketahui, pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih.

Baca juga: Ini Aturan Buka Tutup Jalan Depan Markas Polda Maluku

Baca juga: Praka Alif Angkotasan Ternyata Seorang Penyanyi

Baca juga: Pasukan Kuning Sigap Bersihkan Sampah Akibat Luapan Air di Ongkoliong

THR Keagamaan juga diberikan kepada pekerja yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

Terkait jumlah besaran, bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar satu bulan upah.

Sementara bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus, tetapi kurang dari 12 bulan, THR diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan kemudian dikali 1 bulan upah.

Bagi pekerja yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 2 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

Sedangkan bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved