Kamis, 16 April 2026

Global

26 Orang Palestina Tewas dalam Ketegangan Melawan Israel

Berdasarkan keterangan pejabat setempat, mayoritas korban terbunuh oleh peluru tajam yang ditembakkan pasukan keamanan.

Editor: Adjeng Hatalea
AFP/Mahmud Hams
Asap mengepul dari serangan udara Israel di kompleks Hanadi di Kota Gaza, dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 11 Mei 2021. 

GAZA CITY, TRIBUNAMBON.COM - Sebanyak 26 orang Palestina tewas di Yerusalem, Tepi Barat, dan Jalur Gaza dalam ketegangan melawan Israel.

Berdasarkan keterangan pejabat setempat, mayoritas korban terbunuh oleh peluru tajam yang ditembakkan pasukan keamanan.

Rata-rata demonstran terbunuh saat mereka melempari militer "Negeri Zionis" dengan batu. Kemudian satu korban ditembak saat menabrakkan mobilnya dan berusaha menusuk tentara.

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan, mereka mendapati laporan ada pengunjuk rasa ditembak di kepala di kota al-Rhiya.

Di Gaza, 16 orang tewas saat Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melancarkan serangan paling ganas mereka pada Jumat pagi (14/5/2021).

Dilansir Sky News, Dr Mustafa Barghouti, politisi independen, mengatakan terdapat 60 aksi protes terorganisasi di seluruh Tepi Barat.

Berbicara dari Ramallah, Dr Barghouti berujar eskalasi ketegangan yang terjadi benar-benar di luar perkiraan.

Dia mengeklaim warga yang tertembus timah panas IDF hanya berpartisipasi dalam demonstrasi menentang "Negeri Zionis".

Ketegangan ini terjadi setelah IDF dan Hamas saling serang sepanjang lima hari terakhir, dengan nyaris 100 orang tewas.

Selain di Tepi Barat, IDF juga harus menghadapi demonstrasi yang berasal dari perbatasan Lebanon.

Militer mengeklaim, sekelompok anak muda merusak pagar pembatas dan menyalakan api sebelum berlari ke wilayah mereka.

Kepolisian Lebanon menerangkan, ada satu pengunjuk rasa yang tertembak dalam kerusuhan dan meninggal karena luka-lukanya.

Kelompok di Lebanon diketahui menembakkan tiga roket pada Kamis malam (13/5/2021), sebagai wujud solidaritas bagi Palestina.

Namun, roket tersebut jatuh di kawasan Mediterania dengan tidak ada laporan korban tewas maupun terluka.

Militer mengeklaim, sekelompok anak muda merusak pagar pembatas dan menyalakan api sebelum berlari ke wilayah mereka.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved