Sabtu, 2 Mei 2026

Covid-19 India: Jumlah Kematian di Atas 4.000 Jiwa dalam Sehari

India mencatat lebih dari 4.000 kematian akibat virus corona (COVID-19) dalam sehari untuk pertama kalinya, kata pemerintah pada Sabtu (8/5/2021).

Tayang:
Editor: Fitriana Andriyani
AP
Beberapa tumpukan kayu pemakaman pasien yang meninggal karena penyakit COVID-19 terlihat terbakar di tanah yang telah diubah menjadi krematorium kremasi massal korban virus corona, di New Delhi, India, Rabu (21/4/2021). 

Kekurangan oksigen di negara bagian itu mendorong pengadilan tinggi pada Rabu (5/5/2021), memerintahkan pemerintah federal untuk meningkatkan pasokan oksigen harian ke Karnataka.

Keputusan itu diambil setelah 24 pasien COVID-19 meninggal di rumah sakit pemerintah itu pada Senin (3/5/2021).

Tidak jelas berapa banyak dari mereka yang meninggal karena kekurangan oksigen, tetapi penyelidikan sedang berlangsung untuk mengetahui jumlahnya.

Kota berpenduduk sembilan juta orang itu memberlakukan pembatasan wilayah mulai 25 April 2021, tetapi langkah ini tidak menghentikan statistik yang suram.

Tsunami Covid-19 menyebabkan krematorium di India kewalahan karena setiap hari ada ratusan korban virus corona yang harus dikremasi.
Tsunami Covid-19 menyebabkan krematorium di India kewalahan karena setiap hari ada ratusan korban virus corona yang harus dikremasi. (Tangkap Layar Video The Telegraph)

Adapun ituasi yang berkembang di Karnataka telah menarik perhatian ke negara bagian selatan lainnya yang juga berjuang melawan peningkatan kasus.

Kasus harian telah menembus angka 20.000 selama tiga hari terakhir di negara bagian Andhra Pradesh, mendorong wilayah tersebut memberlakukan pembatasan sosial baru-baru ini.

Baca juga: Ibu Kota India Minta Bantuan Militer untuk Atasi Krisis Covid-19

Di Kerala, yang sebelumnya menjadi wilayah blueprint untuk mengatasi pandemi tahun lalu, memulai penutupan pada Sabtu (1/5/2021).

Dengan kasus harian mencapai 40.000, negara bagian secara agresif meningkatkan sumber daya, termasuk mengubah ratusan tabung oksigen industri menjadi oksigen medis, kata dokter Amar Fetle, petugas negara bagian untuk COVID-19.

"Besarnya kasus dari tahun lalu hingga sekarang sangat berbeda," ujar dokter Amar Fetle.

Peningkatan jumlah, lanjut dokter Amar Fetle, berarti lebih banyak rawat inap dan lebih banyak tekanan pada sistem perawatan kesehatan, dengan rumah sakit hampir penuh.

"Ini menjadi perlombaan antara ruang rawat inap dan seperapa cepat kami dapat menambah tempat tidur. Kami berusaha untuk tetap terdepan dari virus sebaik mungkin," papar dokter Amar Fetle.

Infeksi tampak jelas meningkat dengan cepat di seluruh wilayah bagian selatan daripada di bagian utara.

Hal itu karena infrastruktur kesehatan yang relatif lebih baik dan inisiatif pemerintah yang menangani masalah di tingkat komunitas, kata Jacob John, profesor kedokteran komunitas di Perguruan Tinggi Kedokteran Kristen, Vellore.

Di Tengah Tsunami Covid-19, PM India Malah Lanjutkan Renovasi Parlemen dan Rumah

Perdana Menteri India, Narendra Modi terus melanjutkan proyek renovasi gedung parlemen dan rumah pribadinya di tengah tsunami Covid-19.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved