Breaking News:

Kasus Korupsi di Maluku

Ferry Tanaya dan Abdul Gafur Laitupa Jalani Sidang Dakwaan Kasus Korupsi PLTG Namlea

Sidang beragendakan pembacaan dakwaan itu bergulir di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (4/5/2021) pagi.

Tanita Pattiasina
Proses persidangan kasus PLTMG Namlea di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (4/5/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Dua terdakwa kasus tindak pidana korupsi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Dusun Jiku Besar, Desa Namlea, Kabupaten Buru, Ferry Tanaya dan Abdul Gaufar (berkas terpisah) akhirnya menjalani sidang perdana.

Sidang beragendakan pembacaan dakwaan itu bergulir di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (4/5/2021) pagi.

Ferry Tanaya dan Abdul Gafur Laitupa mengikuti persidangan secara vitual dari Rutan IIA Ambon.

Keduanya didakwa pasal berlapis, yakni pasal 2 dan pasal 3 UU nomor 31 tahun 2009 tentang tipikor sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU nomor 31 tahun 1999 tentang tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Baca juga: Jelang Penutupan Penuh Jalur Mudik, Pelabuhan Ferry Galala Dibanjiri Calon Pemudik

Baca juga: Unjuk Rasa di Kantor DPRD Malteng, Pemuda Seram Minta Wakil Rakyat Dapil 3 Kawal Tuntutan Mereka

Dalam sidang itu, Jaksa penuntut umum (JPU) Achmad Attamimi membeberkan kronologis dugaan korupsi terhadap keduanya.

Attamimi menjelaskan, kedua terdakwa telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan melakukan penjualan tanah yang merupakan bekas hak erfpacht sebagaimana tertuang dalam surat metbrief nomor 54 sesuai akte erfpacht nomor 19 tanggal 9 April 1932 seluas 644.000 m2.

Lanjutnya, PLN lantas mengirimkan surat ke BPN Namlea untuk melakukan pengukuran tanah dilokasi yang dimaksud.

Kepala kantor BPN Buru, Jos Sorsesi (almarhum) secara lisan memerintahkan Kepala Seksi Pengukuran, yakni terdakwa Abdul Gafur Laitupa untuk melakukan pengukuran.

Baca juga: Simpang Siur Larangan Mudik: Akses ke Kabupaten Buru Bakal Ditutup?

Baca juga: Terduga Pelaku Pembacokan di Pulau Buru DIamankan Polisi, Kini Masih Berstatus Sebagai Saksi

Terdakwa Gafur disebut membuat peta lokasi nomor 02208 tanggal 16 Juni 2016 tak sesuai data sebenarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved