Global

Update Covid-19: AS Minta Warganya Segera Keluar dari India

Amerika Serikat (AS) meminta warganya untuk keluar dari India sesegera mungkin, karena krisis Covid-19 di negara itu memburuk dengan kecepatan yang me

Editor: Adjeng Hatalea
(AP PHOTO/CHANNI ANAND)
Petugas kesehatan dan kerabat membawa jenazah korban COVID-19 untuk dikremasi di sebuah krematorium di Jammu, India, Jumat, 23 April 2021. 

NEW DELHI, TRIBUNAMBON.COM - Amerika Serikat (AS) meminta warganya untuk keluar dari India sesegera mungkin, karena krisis Covid-19 di negara itu memburuk dengan kecepatan yang mencengangkan.

Kementerian Luar Negeri AS menerbitkan anjuran perjalanan Level 4, yang tertinggi dari jenisnya.

Berisi pemberitahuan bagi warga AS "untuk tidak bepergian ke India atau pergi segera jika aman untuk melakukannya."

“Ada 14 penerbangan harian langsung antara India dan AS dan layanan lain yang terhubung melalui Eropa,” kata Kementerian itu.

Otoritas dan rumah sakit India berjuang mengatasi infeksi dan kematian Covid-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Bloomberg melaporkan, data resmi pada Kamis (29/4/2021) menunjukkan kasus baru naik secara mengejutkan selama 24 jam terakhir menjadi 379.257 rekor baru lain. Sementara tambahan kematian tercatat 3.645 nyawa, membuat total lebih dari 204.800 orang tewas.

Dilarang masuk

"Warga negara AS melaporkan ditolak masuk ke rumah sakit di beberapa kota, karena kurangnya ruang," tulis situs web Kedutaan Besar dan Konsulat AS di India dalam peringatan kesehatan.

Dalam peringatan yang diterbitkan otoritas AS juga disebutkan bahwa warga negara AS yang ingin meninggalkan India, harus memanfaatkan pilihan transportasi komersial yang tersedia sekarang.

Semua layanan rutin warga negara AS dan layanan visa di Konsulat Jenderal AS Chennai telah dibatalkan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, siapa pun yang kembali ke AS dari luar negeri harus menjalani tes virus Covid-19 antara tiga dan lima hari setelah perjalanan.

Orang yang belum divaksinasi juga harus tinggal di rumah dan melakukan karantina mandiri selama seminggu.

Negara Asia Selatan sekarang memiliki beban kasus dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan 18,4 juta kasus yang terkonfirmasi. Covid-19 itu telah mencengkeram penduduk India dengan tingkat keparahan yang tidak terlihat pada gelombang pertama.

Timbunan kayu pemakaman massal, antrean ambulans di luar rumah sakit penuh sesak. Permohonan oksigen beredar di media sosial, banyak warga yang putus asa. Kondisi ini memperlihatkan betapa tidak siapnya pemerintah federal dan negara bagian India untuk menangani wabah terbaru.

Perusahaan global turun tangan

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved