Lonjakan Kasus Covid-19 India, Angkatan Bersenjata Diterjunkan untuk Membantu
Angkatan bersenjata India diterjunkan untuk membantu mengatasi lonjakan infeksi virus corona pada Senin (26/4/2021).
TRIBUNAMBON.COM - Angkatan bersenjata India diterjunkan untuk membantu mengatasi lonjakan infeksi virus corona pada Senin (26/4/2021).
Beberapa negara besar, termasuk Inggris, Jerman dan Amerika Serikat telah menjanjikan bantuan medis dan mendesak atas keadaan darurat yang membuat rumah sakit di India kewalahan segera diatasi.
"Situasi di negara terpadat kedua di dunia itu sangat memilukan ", kata Kepala Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Melansir Reuters, Tedros menambahkan bahwa WHO mengirimkan staf dan pasokan tambahan termasuk perangkat konsentrator oksigen.
Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, Kepala Staf Pertahanan Jenderal Bipin Rawat mengatakan oksigen akan dikirim ke rumah sakit dari cadangan angkatan bersenjata.
Baca juga: WNI dari India Lolos Karantina karena Membayar, Kemenkes Minta Petugas Ditindak jika Terlibat
Baca juga: 117 Kematian Korban Covid-19 Per Jam, India Tebang Pohon-pohon di Taman Kota untuk Kremasi
Tak sebatas itu saja, pensiunan personel medis militer akan bergabung dengan fasilitas kesehatan COVID-19.
"Jika memungkinkan, infrastruktur medis militer akan tersedia untuk warga sipil," kata pernyataan pemerintah.
"Udara, Kereta Api, Jalan & Laut, Langit & bumi sedang digerakkan untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh gelombang COVID19 ini," kata Menteri Kesehatan Harsh Vardhan di Twitter.
Modi mengatakan dia telah berbicara dengan Presiden AS Joe Biden tentang krisis tersebut.
Kedua pemimpin negara tersebut juga membahas rantai pasokan untuk bahan baku dan obat-obatan vaksin COVID-19.
Pada Minggu (25/4/2021), Biden mengatakan negaranya akan mengirim pasokan medis ke India untuk membantu memerangi pandemi.
Baca juga: WHO: Situasi Covid-19 di India Sangat Memilukan
Baca juga: Calon Suami Positif Covid-19, Pengantin India Ini Menikah Pakai APD
Modi telah mendesak semua warga untuk divaksinasi dan berhati-hati di tengah apa yang dia sebut sebagai "badai" infeksi.
Sementara rumah sakit dan dokter di beberapa negara bagian utara memasang pemberitahuan mendesak yang mengatakan mereka tidak dapat mengatasi gelombang masuk.
Di beberapa kota yang paling parah terkena dampak, mayat dibakar di fasilitas darurat yang menawarkan kremasi massal.
Rusia Siapkan 50 Juta Dosis Vaksin Sputnik V
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/1942021-india.jpg)