Jumat, 10 April 2026

Listrik di Seram Selatan

Minta Kepastian, Pendemo Desak GM PLN Maluku Malut Siap Mundur Diri

Dia diminta mundur jika tidak menyelesaikan pemadaman listrik di wilayah kecamatan Tehoru dan Telutih, Maluku Tengah.

Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Salama Picalouhata
Fandi Wattimena
Aksi unjuk rasa belasan pemuda menyikapi pemadaman listrik di wilayah Seram Selatan di halaman kantor PT PLN Maluku Maluku Utara di kawasan Jl AM Sangadji, Kota Ambon, Senin (26/4/2021) pagi. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Minta kepastian penyelesaian persoalan kelistrikan, belasan pemuda dari dua kecamatan di Seram Selatan minta General Manager PT PLN Maluku Maluku Utara buat pernyataan sikap bersama.

Dalam surat yang telah dibubuhi materai 10000 itu, berisi pernyataan siap mundur diri dari jabatan jika yang bertanda tangan tidak mampu menyelesaikan tuntutan tersebut

Yakni menyelesaikan pemadaman listrik di wilayah kecamatan Tehoru dan Telutih, Maluku Tengah.

Hanya saja, Manager Komunikasi PT. PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Ramli Malawat langsung menolak surat tersebut.

Baca juga: Sebulan Air Tak Mengalir, Warga: Pemerintah Jangan Cuma Imbau Cuci Tangan Saja

Baca juga: Tetap Bertahan, Warga Seram Selatan Ngotot Ketemu GM PLN Maluku Malut

Menurut Malawat, redaksi kalimat dalam surat tersebut sangat menekan sehingga tidak bisa dipenuhi.

"Kami tidak bisa penuhi," tegas Ramli, Senin (26/4/2021) siang.

Dia menjelaskan, General Manager, Adams Yogasara telah menyampaikan kondisi serta upaya yang sementara dilakukan melalui UPT PLN Masohi.

Sehingga dimintakan kepada pengunjukrasa untuk lebih bersabar menunggu proses perbaikan.

"Kami minta pengawalan bersama, seperti apa yg disampaikan Manager PLN tadi," ujarnya.

Namun, pengunjukrasa tetap meminta kepastian dan bersikeras pimpinan menandatangani surat tersebut.

Alhasil tidak ada kesepakatan diantara kedua pihak.

Para pengunjukrasa pun memilih bertahan di parkiran belakang kantor PLN.

Diketahui, aksi tersebut terkait pemadaman listrik yang kerap terjadi di wilayah kecamatan Tehoru dan Telutih.

Aksi ini menjadi aksi ke-2 kalinya dilakukan di kantor induk PLN Maluku Maluku Utara itu.

"Sebelumnya, kami aksi di Masohi," kata Amin, salah satu peserta aksi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved