Maluku Terkini
21 Koruptor Kembalikan Uang Negara Rp 363 Juta Lebih, 60 Lainnya Belum Serahkan Hasil Korupsi
Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru berhasil menyelamatkan kerugian keuangan negara senilai Rp 363 juta.
Penulis: Fajrin S Salasiwa | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia
NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru berhasil menyelamatkan kerugian keuangan negara senilai Rp 363 juta.
Uang itu berhasil dikumpulkan dari sejumlah kasus korupsi, dari saksi maupun tersangka.
Dengan rincian, Rp 212 Juta didapat dari dugaan tindak pidana korupsi Lampu Jalan, Timbunan Fiktif Rp 116 Juta lebih, Dana Desa Skikilale Rp 30 juta, dan Pengadaan Pakain Linmas Satpol PP Rp 5 juta.
"Terkait kasus korupsi lampu jalan, Tahun 2018-2019, baru 15 orang Kepala Desa (Kades) yang mengembalikan uangnya, dengan total Rp 212 juta, masih kurang 60 orang Kades, yang belum menyerahkan keutungan yang diperoleh secara tidak sah," kata kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru, Muhtadi, saat melakukan Konferesi Pers di kantor Kejari Buru, Namlea, Kabupaten Buru, Jumat (16/4/2021) sore.
Baca juga: Sidak Pertokoan, Polisi di Buru Sita Berbagai Jenis Barang Kadaluarsa
Baca juga: Kadishub ; 5 Tahun Kedepan Ambon Bakal Macet Parah
Lanjutnya, untuk Timbunan Fiktif di RSUD Namrole, Kabupaten Buru Selatan, diperoleh Rp 116,200 juta, dari empat orang saksi, dan sampai saat ini belum ada penetapan tersangka.
Kemudian, dari Dana Desa (DD) Skikilale, dilakukannya penyelamatan Rp 30 juta, dari kerugian keuangan negara, senilai Rp 600 juta.
Sementara itu, terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi, Pengadaan Perlengkapan dan Pakaian Linmas Pol PP Bursel, Tahun 2015, 2018 dan 2019, penyelamatan kerugian keuangan negara Rp 5 juta, dari vendor atau kontraktor yang melakukan pengadaan baju Tahun 2019.
Mustadi menegaskan, kegiatan penyelamatan kerugian keuangan negara ini, harus menjadi fokus kegiatan sehingga uang negara yang dirampok itu, bisa pulih kembali.
"Kita harus fokus untuk kegiatan ini, sehingga kerugian keuangan negara bisa kembali pulih," tegasnya. (*)