Breaking News:

MUI: Pasien Covid-19 Boleh Tidak Berpuasa dan Tes Covid-19 Tidak Batalkan Puasa

MUI berpandangan bahwa setiap muslim wajib berpartisipasi dalam upaya memutus mata rantai peredaran Covid-19.

Wartakotalive.com
Ilustrasi petugas medis yang menanggani pasien Covid-19 

TRIBUNAMBON.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut, orang islam terpapar covid-19 bisa tidak berpuasa, dan mengqadhanya di hari yang lain saat sembuh.

“Orang Islam yang sedang sakit seperti terkena Covid-19 dan dikhawatirkan kesehatannya  terganggu jika berpuasa, maka ia boleh tidak berpuasa, dan mengqadhanya di hari yang lain saat sembuh,” ujar Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh melalui keterangan tertulis, Selasa (13/4).

Dia juga menyebut pelaksanaan tes Covid-19 selama ibadah puasa di bulan Ramadan tidak membatalkan puasa.

"Tes Swab, baik lewat hidung maupun mulut untuk deteksi Covid-19 saat berpuasa tidak membatalkan puasa, karenanya umat Islam yang sedang berpuasa boleh melakukan tes swab," ujar Asrorun.

Baca juga: Sekarang Bisa Buat SIM Sambil Rebahan dari Rumah, Praktik Tetap Harus Kunjungi Satpas

Baca juga: Ini Cara Perpanjang SIM Lewat Aplikasi Sinar

MUI juga berpandangan bahwa tes skrining Covid-19 seperti GeNose dan rapid test tidak membatalkan puasa.

"Demikian juga rapid test dengan pengambilan sampel darah dan penggunaan Genose dengan sampel embusan napas," ujarnya.

MUI berpandangan bahwa setiap muslim wajib berpartisipasi dalam upaya memutus mata rantai peredaran Covid-19. (*)

Editor: Salama Picalouhata
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved